Peracik SS Minta Diringkan Hukuman | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Peracik SS Minta Diringkan Hukuman

Peracik SS Minta Diringkan Hukuman
Foto Peracik SS Minta Diringkan Hukuman

* Kasus BNN Gerebek ‘Pabrik’ Sabu-sabu di Palda

LHOKSUKON – Tiga terdakwa kasus peracikan sabu-sabu (SS) di sebuah rumah di Desa Paloh Lada (Palda) Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, meminta majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara, meringankan hukuman karena mereka menyesali perbuatannya.

Demikian antara lain materi pleidoi (pembelaan) yang dibacakan pengacara terdakwa, Taufik M Nur SH dan Abdul Aziz SH, dalam sidang lanjutan kasus itu di PN Lhoksukon, Rabu (15/3). Sidang dipimpin Abdul Wahab MH didampingi dua hakim anggota Bob Rosman SH dan Fitriani SH, dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Heriansyah SH.

Ketiga terdakwa yaitu Muldani alias Dani (35), warga Banda Aceh, Edy Subhan alias Sidi (35), warga Desa Paloh Lada (Palda), Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, dan Muzakir alias Zakir alias Jack alias Hairul Anwar (34), narapidana kasus narkotika asal Lhoksukon.

Untuk diketahui, pada sidang pekan lalu jaksa menuntut Muldani alias Dani dan Edy Subhan alias Sidi, masing-masing 18 tahun penjara. Sedangkan Muzakir yang mengajari Dani dan Edy tentang cara meracik sabu-sabu, dituntut 20 tahun penjara.

Pada dasarnya, kata Taufik M Nur, pihaknya sependapat dengan materi tuntutan yang dibacakan jaksa. Namun, mereka memohon pertimbangan majelis hakim, karena ketiga terdakwa berlaku sopan dalam proses persidangan, dan jujur serta menyesali perbuatannya.

“Dua dari tiga klien kami, yaitu Edi Subhan dan Muldani belum pernah dihukum dan mereka adalah tulang punggung keluarga,” kata Taufik usai sidang tersebut dibuka.

Untuk itu, ia berharap majelis hakim menghukum ketiga kliennya dengan hukuman yang seringan-ringannya dan dengan putusan seadial-adilnya. “Kami mohon kepada majelis hakim untuk mempertimbangkannya, bila hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya,” katanya.

Sementara itu, usai mendengar materi pleidoi tersebut, hakim menanyakan kepada jaksa apakah akan mengajukan replik (tanggapan atas pleidoi terdakwa). “Kami tetap pada tuntutan,” kata Heriansyah. Lalu majelis hakim menunda sidang tersebut pada Rabu (22/3) dengan agenda putusan.(jaf) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id