Terdakwa Politik Uang Dituntut 3 Tahun Penjara | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Terdakwa Politik Uang Dituntut 3 Tahun Penjara

Terdakwa Politik Uang Dituntut 3 Tahun Penjara
Foto Terdakwa Politik Uang Dituntut 3 Tahun Penjara

SIGLI – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pidie Jaya menuntut dua terdakwa dalam kasus politik uang, H Muhammad Nazar dan Ridwan, masing-masing selama tiga tahun penjara. Selain itu, JPU juga membebankan H Muhammad Nazar dan Ridwan untuk membayar denda Rp 200 juta, atau bisa diganti dengan kurungan tambahan (subsider) satu bulan penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan JPU, Muhammad Arpi SH dan Yudhi Saputra SH di depan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sigli, Pidie, Selasa (14/3).

Dalam amar tuntutan JPU, antara lain disebutkan bahwa perbuatan terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana. Hal itu dibuktikan dengan keterangan saksi yang memberikan keterangan di pengadilan, bahwa terdakwa Muhammad Nazar dan Ridwan memberikan uang Rp 50 ribu yang dimasukkan ke dalam amplop bersama satu gambar paslon nomor urut 5.

Setelah JPU membacakan amar tuntutan tersebut, majelis hakim meminta tanggapan kedua terdakwa. H Muhammad Nazar dan Ridwan meminta kepada majelis hakim agar diringankan hukuman. Kedua terdakwa mengakui kesalahan dan menyesal telah melakukan perbuatan tersebut.

Setelah mendengarkan penjelasan terdakwa, majelis hakim mengetuk palu sebagai tanda sidang selesai. Sidang lanjutan akan digelar kembali dalam agenda vonis majelis hakim terhadap dua terdakwa yang akan dilaksanakan pada Kamis (16/3).

Terpisah, kuasa hukum tim Irwandi-Nova, Naufal Fauzan SH, mengatakan, tuntutan JPU terhadap H Muhammad Nazar dan Ridwan membuktikan bahwa JPU serius dalam penegakan hukum. Hal ini menandakan bahwa penegakan hukum dalam menciptakan pilkada halal telah sesuai yang di cita-citakan rakyat.

Namun pihaknya menyayangkan terdakwa selama dalam persidangan tidak didampingi penasehat hukum dari tim advokasi tim pemenangan H Muzakir Manaf-TA Khalid. “Seharusnya tim advokasi jangan hanya membuat permohonan ke MK saja, sementara terdakwa selaku Ketua Koordinator Tim Sipil Pemenangan Muzakir Manaf-TA Khalid duduk di bangku pesakitan yang tidak pernah didampingi penasehat hukum,” timpal Naufal.(naz) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id