Istri Muda Minta Keringanan Hukuman | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Istri Muda Minta Keringanan Hukuman

Istri Muda Minta Keringanan Hukuman
Foto Istri Muda Minta Keringanan Hukuman

* Juga Minta Pertimbangan Sebab Terjadi Penggranatan

REDELONG – Siti Zulaiha (40) dan adiknya Aidil Fitriadi (26) meminta majelis hakim meringankan hukuman mereka dengan mempertimbangkan unsur causalitas atau sebab akibat, sehingga keduanya terlibat penggranatan mobil dinas Anggota DPRK Bener Meriah, Mansyur Ismail di Bener Meriah, 17 September 2016, sehingga menewaskan istri pertama Mansyur bernama Nurma serta kedua anaknya. Siti adalah istri kedua atau istri muda Mansyur. Sedangkan Mansyur saat itu sedang di luar daerah atau tak ada dalam mobil yang sedang dikemudikan putranya Aulia Tahar (almarhum).

Demikian antara lain isi pembelaan (pleidoi) kedua terdakwa dibacakan pengacara mereka Railawati SH dan Fakhruddin SH dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Redelong, Bener Meriah, Selasa (14/3). Pembelaan itu menanggapi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bener Meriah yang menuntut keduanya dihukum mati pada sidang sebelumnya, Selasa, 28 Februari 2017.

Menurut pengacara, sebelum kejadian itu, terdakwa Siti sering mendapat teror, bahkan diperlakukan kasar oleh anak Mansyur bernama Aulia Tahar (23) yang sudah meninggal dalam kasus ini. “Hampir setiap hari dia (Aulia) mengirim pesan teror berisi kata-kata kasar yang tidak patut diucapkan. Itulah salah satu penyebab terdakwa Siti merasa terpojokkan dan tertekan, bahkan depresi,” baca Railawati.

Padahal kata Railawati, Siti awalnya sempat menolak diajak nikah oleh Mansyur, namun karena Anggota DPRK ini proaktif ingin menikahinya, bahkan berjanji akan memberitahu pernikahan itu pada istri pertama dan keluarga besarnya itu, Siti akhirnya bersedia menikah dengan Mansyur.

“Namun janji itu tak segera terwujud dan menjadikan terdakwa Siti Zulaiha dalam posisi menggantung, ditambah berbagai teror dan tekanan berbagai pihak, termasuk teror dari Aulia Tahar (almarhum),” kata Railawati.

Lebih lanjut, kata Railawati, setelah menikah dengan Mansyur, Siti mengaku sering diintimidasi, rumah mereka tempati juga pernah dilempari orang tak dikenal, bahkan Siti mengaku sebelum kasus granat tersebut, Aulia memukul dan menendangnya.

“Siti Zulaiha juga sering mengadu kepada suaminya tersebut, tetapi jawaban yang diterima oleh terdakwa adalah sabar, dia kan masih anak-anak, tidak apa-apa,” kata Railawati meniru ucapan Mansyur pada terdakwa Siti.

Karena itu Railawati meminta majelis hakim meringankan hukuman kedua terdakwa dengan mempertimbangkan sebab akibat. Artinya penggranatan dilakukan terdakwa Aidil yang sebetulnya sasaranya hanya untuk Aulia karena Siti sudah tak tahan atas tekanan dari Aulia. Selain itu, pengacara juga menyebut beberapa alasan lain untuk meringankan keringanan hukuman kedua terdakwa, salah satunya terdakwa Siti adalah tulang punggung keempat anak dan keluarga besarnya.

Seusai mendengar pleidoi ini, majelis hakim diketuai Azhari MH dibantu hakim anggota Yusrizal MH dan Moratua Hasayangan R SH menetapkan sidang lanjutan dengan agenda tanggapan JPU terhadap pembelaan dimaksud (replik), Senin (27/3).

Kemarin, dalam pembelaan dibacakan pengacara juga terungkap asal granat digunakan Aidil. Menurut pengacara dalam kasus ini juga ada kelalaian oknum TNI di gudang Primkopad amunisi Kodim Langsa karena memberikan bahan peledak kepada masyarakat sipil. (c51) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id