Jalan Alternatif di Kutablang Berdebu | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jalan Alternatif di Kutablang Berdebu

Jalan Alternatif di Kutablang Berdebu
Foto Jalan Alternatif di Kutablang Berdebu

BIREUEN – Jalan alternatif khususnya ke arah utara jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang, Bireuen, berdebu saat dilintasi kendaraan. Bahkan, pada malam hari tebaran debu tersebut mirip kabut hingga menutup pandangan pengguna jalan. Akibatnya, pengendara harus berhati-hati saat melintasi jalan itu.

Abdullah, warga setempat mengatakan, tebaran debu ketika kendaraan melintas membayakan kesehatan masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan itu dan para pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor yang berada di belakang bus atau truk.

“Karena itu, kami berharap rekanan atau dinas terkait menyiram jalan alternatif secara rutin. Sehingga tebaran debu akan berkurang,” ujar Abdullah kepada Serambi, kemarin.

Sedangkan jalan alternatif sebelah selatan jembatan, menurut amatan Serambi, hingga kemarin masih lancar dan sudah diaspal. Namun rambu lalu lintas terutama penunjuk arah dan tanda tikungan berbahaya, dan batas sisi jalan pada kedua ruas jalan alternatif tersebut belum lengkap.

“Kami berharap di jalur alternatif dipasang rambu lalu lintas dan lampu jalan di tempat tertentu sehingga memudahkan pengendara,” ujar Rahmat, warga Bireuen.

Syamsul, warga lainnya mengatakan, karena jalan sebelah utara jembatan Kutablang berdebu, beberapa angkutan umum jenis L-300 dari Banda Aceh ke Medan masuk melalui Simpang Empat Gle Kapai hingga ke Kutablang (jalur selatan). Padahal, selama ini jalur tersebut diperuntukkan bagi kendaraan dari arah Medan ke Banda Aceh.

Hamdani, warga Meunasah Tambo, Kecamtan Peusangan, Bireuen, mengungkapkan, sejak Senin (13/3) siang, jalan alternatif sebelah selatan jembatan tembus ke Simpang Empat Gle Kapai mulai dipadati berbagai jenis kendaraan. Namun, menurutnya, belum ada petugas yang standby di jalur itu, terutama di Simpang Gle Kapai.

“Di Simpang Empat Gle Kapai perlu ada petugas yang mengatur arus lalu lintas. Sebab, setiap pagi kawasan itu cukup padat dengan kendaraan dari arah Medan ke Banda Aceh serta siswa dan pegawai yang melintas. “Petugas perlu ditempatkan di simpang itu untuk kelancaran kendaraan dan menghindari kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.

Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PU Aceh Wilayah Bireuen, Amri Mirza kepada Serambi, kemarin, keluhan warga dan pengendara tentang jalan alternatif yang berdebu,

segera dicarikan solusinya. “Kita sudah minta rekanan untuk menyiram jalan tersebut secara rutin, sehingga tebaran debu akan berkurang,” ungkapnya.

Selain disiram secara rutin, lanjut Amri, tim lapangan sudah berkoordinasi dengan rekanan dan Muspika membahas cara mengurangi dampak tebaran debu yang muncul sejak jalur itu digunakan sebagai lintasan berbagai jenis kendaraan. “Kami berharap warga bersabar. Sopir juga kami imbau mengurangi kecepatan kendaraan saat melintasi jalan itu, sehingga tebaran debu berkurang. Kasihan warga dan pengendara sepeda motor,” ujarnya.(yus) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id