Kasus KDRT Masih Tinggi di Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kasus KDRT Masih Tinggi di Aceh

Kasus KDRT Masih Tinggi di Aceh
Foto Kasus KDRT Masih Tinggi di Aceh

BANDA ACEH – Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih menjadi kasus yang paling tinggi di Aceh sampai saat ini. Selanjutnya diikuti kasus pelecehan seksual terhadap anak dan penelantaran anak akibat perceraian kedua orang tua yang tidak melalui lembaga konsultasi perkawinan yang tepat.

Hal ini disampaikan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Aceh, Amrina Habibi saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia, di Jalan Raya Lambaro Km 4,5 Desa Meunasah Manyang PA, Ingin Jaya, Aceh Besar-Banda Aceh, Senin (13/3).

Dalam kesempatan itu juga dihadiri dua Wakil Ketua P2TP2A, Abdullah Abdul Muthallib dan Kompol Elfiana dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polda Aceh, Psikolog, Endang Setianingsih, paralegal, konselor dan divisi kemitraan serta divisi riset dan publikasi di P2TP2A. Kunjungan ini diterima oleh Sekretaris Redaksi Harian Serambi Indonesia, Bukhari M Ali dan Manager Radio Serambi FM, Rosnani Hs.

Ketua P2TP2A, Amrina Habibi mengatakan secara keseluruhan kasus-kasus tersebut mengalami peningkatan 10 sampai 13 persen. Beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan terhadap kasus itu, adalah apabila KDRT disebabkan oleh rendahnya pendidikan dan pengetahuan perempuan sebagai seorang istri, serta ketergantungan secara ekonomi.

Sedangkan kekerasan seksual terhadap anak disebabkan oleh beberapa faktor, antaranya rendahnya pendidikan dan pengetahuan dari keluarga, pola asuh dan pergaulan yang kurang tepat, serta penggunaan media sosial yang juga kurang tepat.

Ia juga mengimbau bagi masyarakat yang mengalami KDRT maupun kekerasan lainnya melapor ke P2TP2A di kabupaten/kota, Polsek, Puskesmas, LBH dan lembaga terkait lainnya.(una) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id