Pembinaan dan Karier Aparatur tak Berjalan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pembinaan dan Karier Aparatur tak Berjalan

Pembinaan dan Karier Aparatur tak Berjalan
Foto Pembinaan dan Karier Aparatur tak Berjalan

* Akibat Seringnya Mutasi

BANDA ACEH – Anggota Komisi I DPRA, Bardan Sahidi mengatakan, selama pemerintahan Gubernur Zaini Abdullah, karier serta pembinaan untuk aparatur sipil negara tidak berjalan dengan baik. Hal itu karena Gubernur Zaini sangat sering melakukan mutasi, bahkan dilakukan dalam kurun waktu yang sangat dekat.

Pernyataan itu disampaikan Bardan Sahidi dalam Talkshow Cakrawala Serambi FM, Senin (13/3). Talkshow itu membedah Editorial Harian Serambi Indonesia dengan tema ‘Gubernur Zaini Mestinya tak Menabur Angin’. Talkshow itu juga menghadirkan narasumber internal yaitu Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika.

Selain tidak jelasnya karier dan pembinaan para pelaksana pemerintahan itu, sebut Bardan, seringnya mutasi juga telah menyebabkan loyalitas para kepala SKPA bukan lagi kepada sistem pemerintahan, tapi kepada personal pimpinan.

Bahkan, lanjut Bardan, selama ini banyak jabatan yang diemban oleh kepala SKPA tidak sesuai dengan track record maupun latar belakang akademiknya. Padahal, ada beberapa lembaga yang harus dengan jabatan tertentu atau sinkron. “Seperti untuk bidang pertanian dan kesehatan, seharusnya tidak dijabat oleh orang di luar bidang itu,” ujar Bardan.

Bardan Sahidi mencatat, selama Zaini menjabat sebagai gubernur telah melakukan mutasi sebanyak 10 kali. Sehingga, lanjutnya, tentu nanti akan membuat DPRA sulit menerima pertanggungjawaban gubernur saat akan turun dari jabatan. “Apa yang mau dipertanggungjawabkan kalau hanya mengganti SKPA,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika nanti mutasi kepala SKPA itu diuji ke pengadilan, jika dalam hal ini Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) menyatakan mutasi itu tidak sah, maka pejabat yang baru dilantik merupakan pihak yang paling dirugikan, karena mereka harus mengembalikan semua uang dan tunjangan yang sudah diterima. Sebab, kata dia, jabatannya dianggap tidak sah.(mun) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id