Gaji Aparatur Desa Mengendap di BPKKD | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gaji Aparatur Desa Mengendap di BPKKD

Gaji Aparatur Desa Mengendap di BPKKD
Foto Gaji Aparatur Desa Mengendap di BPKKD

* Masih Proses Administrasi Pencairan

KUTACANE – Gaji aparatur desa untuk bulan Januari dan Februari 2017 masih mengendap di Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD) Aceh Tenggara (Agara) sebesar Rp 7,3 Miliar lebih. Hal tersebut tidak terlepas dari belum rampungnya proses surat pencairan dana (SP2D), akibat Peraturan Bupati (Perbup) terlambat diterima.

“Lambannya proses pencairan gaji aparatur desa karena peraturan bupati (Perbup) juga lambat diterima, tetapi akan tetap diupayakan dibayarkan secepatnya,” kata Kepala BPKKD Agara, Lutfieka, kepada Serambi, Senin (13/3). Dia menjelaskan dana untuk gaji perangkat desa sebesar Rp 3,6 miliar lebih per bulan, sehingga untuk dua bulan, Januari-Februari 2017 menjadi 7,3 miliar lebih.

Dia menjelaskan gaji aparatur untuk 386 desa yang tersebar di 16 kecamatan akan tetap dicairkan dalam waktu dekat ini, seusai proses administrasi rampung dilaksanakan. “Para aparatur desa harap bersabar, karena pencairan dana masih diproses pihaknya,” ujarnya tanpa merincikan pencairan pada bulan ini atau bulan depan.

Menanggapi hal itu, Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Agara, M Saleh Selian, Senin (13/3) mengatakan pihak BPKKD seharusnya memprioritaskan gaji aparatur desa, sehingga dapat dibayarkan tepat waktu. Dia menilai proses pencarian uang terkesan berbelit-belit dan hal ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, agar gaji aparatur desa tidak tertahan lagi.

M Saleh Selian menjelaskan para pegawai SKPK telah diberikan insentif untuk lembur, agar dapat bekerja secara maksimal dalam melayani proses administrasi yang berhubungan dengan SP2D. “Ada yang tidak beres kalau proses pencarian SP2D tidak tepat waktu, dan dewan harus membentuk Pansus untuk melihat kinerja di BPKKD Agara selama ini.” pinta M Saleh Selian.

Dilansir sebelumnya, gaji aparatur desa dari 385 gampong di 16 Kecamatan di Aceh Tenggara (Agara) tertunggak selama dua bulan. Gaji yang belum dibayar Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD) Agara sejak Januari dan Februari 2017.

Sekretaris Badan Permusyawaratan Kute (BPK) Lawe Loning Hakhapen, Salahuddin, mengatakan, sudah dua bulan gaji belum juga dibayarkan. Padahal, gaji itu sangat mereka harapkan untuk biaya operasional dalam menjalankan tugas roda pemerintahan desa. “Semoga gaji aparatur desa dapat segera dibayar,” ujar Salahuddin dan hal serupa juga diutarakan, M Nuh, Sekretaris BPK Lawe Mejile, Kecamatan Semadam.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kute (BPMK) Agara, Amri Siregar, kepada Serambi, Minggu (12/3) mengatakan, surat perintah permintaan pembayaran (SP3) telah mereka ajukan sebulan lebih. Atas nama aparatur desa, mereka berharap gaji perangkat desa itu secepat dibayarkan. “Karena gaji tersebut sangat dibutuhkan dan ke depan tak tertunggak lagi,” harapnya.

Kepala Inspektorat Aceh Tenggara, Sanudin, Senin (13/3) mengatakan banyak kepala desa (Kades) yang belum menyelesaikan Surat Penyusunan Laporan Pertangunggjawaban (SPJ) dana desa 2016. Temuan lainnya, pembangunan fisik tidak dimusyawarakan bersama Badan Permusyawaratan Kute (BPK) dan tidak selesai 100 persen.

“Temuan ini akan disampaikan ke Bupati Agara secara rinci, terutama kepala desa mana saja yang belum selesaikan SPJ 2016 dan bangunan yang tidak rampung,” jelasnya. Dikatakan, tim auditor akan kembali turun ke desa-desa untuk memeriksa penggunaan aliran dana desa.

“Apabila nantinya dalam pemeriksaan ini ditemukan kerugian negara, maka kita akan bentuk tim khusus,” ujar Sanudin. Sedangkan Camat Babul Makmur, Samsul Hayat, mengatakan telah meminta SPJ dana desa 60 persen dan 40 persen tahun 2016 agar diserahkan kepadanya untuk diserahkan ke BPKKD untuk proses pengajuan dana desa 2017.

Menurut dia, pihaknya selaku tim verifikasi telah turun ke lapangan dengan Kapolsek dan tidak ada masalah apapun di wilayahnya.(as) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id