Bantah Terlibat Dalam Kasus Narkotika, Ini Pernyataan T Ismuhadi  | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bantah Terlibat Dalam Kasus Narkotika, Ini Pernyataan T Ismuhadi 

Bantah Terlibat Dalam Kasus Narkotika, Ini Pernyataan T Ismuhadi 
Foto Bantah Terlibat Dalam Kasus Narkotika, Ini Pernyataan T Ismuhadi 

SERAMBINEWS, BANDA ACEH – Mantan narapidana politik (napol) asal Aceh, T Ismuhadi Jafar (47) resmi bebas dari Rutan Kelas I Salemba, Jakarta Pusat pada 7 Maret 2017 setelah divonis tujuh bulan penjara atas kasus sabu-sabu pada 10 Januari 2017, potong selama ia ditahan.

Senin (13/3/2017), Ismuhadi mengklarifikasi soal keterlibatan dan penangkapan dirinya oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jakarta, 4 Agustus 2016 terkait kasus itu. 

Dalam konferensi pers yang digelar di Sekretariat Bersama (Sekber) Jurnalis Aceh, Banda Aceh, T Ismuhadi bersama tiga kuasa hukumnya, J Kamal Farza SH MH, Buchari HY SH MIP, dan Teuku Arifin SH MH mengaku dirinya tidak terbukti terlibat dalam jaringan narkoba.

Saat disidang pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, jaksa menuntutnya selama 10 bulan penjara karena terbukti melangar Pasal 131 Undang-Undang Anti Narkotika No 35 Tahun 2009. 

“Menurut asumsi jaksa bahwa saya mengetahui adanya tindak pidana penyalahgunaan narkotika, akan tetapi tidak melaporkan kepada pihak yang berwenang,” kata Ismuhadi membacakan tulisannya yang juga dibacakan saat mengajukan pembelaan (pleidoi) di pengadilan.

Dikatakannya, meskipun penangkapan dan pembebasan dirinya sebelum pilkada, tapi kasus itu tidak ada kaitannya dengan politik.

Menurut Ismuhadi, saat penangkapan, ia berada di tempat yang salah karena yang menjadi sasaran petugas BNN bukan dirinya, melainkan Riki, salah satu bandar narkotika jaringan internasional yang kebetulan saat itu satu mobil dengan dirinya.

Ia mengaku tidak mengetahui kalau Riki yang juga warga Aceh sedang dalam intaian petugas. Dikatakannya, ada 10 orang yang ditangkap dalam kasus itu dengan barang bukti sabu-sabu seberat 30 kg. 

“Menurut cerita orang BNN, Sulaiman alias Riki sudah diikuti oleh orang BNN. Dia naik dalam pesawat, orang BNN duduk di belakang dia. Sulaiman turun di bandara, naik taksi hingga masuk ke rumah saya antar oleh-oleh juga diikuti. Sebagai orang Aceh, saya selalu memuliakan tamu apalagi dia orang Aceh bawa bronis. Saya tidak tahu kalau dia sedang diikuti oleh pihak BNN atau akan melakukan transaksi narkoba, saya tidak tahu,” katanya. (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id