Boat Penyeludup Beras Ditangkap | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Boat Penyeludup Beras Ditangkap

Foto Boat Penyeludup Beras Ditangkap

* Pemilik dan Dua ABK Diamankan

SIGLI – Satu unit boat nelayan pancing mesin kekuatan 23 PK berisi beras ketan ditangkap Satuan Polisi Airud Polres Pidie di perairan laut Seupeng, Laweung, Kecamatan Muara Tiga, Jumat (4/3) sekira pukul 13.00 WIB.

Beras yang ditangkap sebanyak 140 sak (berat 25 kilogram per sak) dikemas dalam karung berlabel AAA diangkut dari Kota Sabang dan akan dijual ke Kabupaten Pidie. Penangkapan beras itu karena tidak memiliki dokumen dan kelengkapan surat-surat. Polisi juga mengamankan pemilik beras Sabaruddin Raban (34), pekerjaan pedagang, warga Gampong Sagoe, Kecamatan Muara Tiga dan dua anak buah kapal (ABK) bernama Pawang Ramli (51) dan Junaidi, keduanya berprefesi sebagai nelayan asal Kota Sabang.

Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK MH, melalui Kasat Reskrim, AKP P Harahap SH, kepada Serambi, Sabtu (5/3) mengatakan, penangkapan boat pancing yang mengangkut beras ketan 140 sak ketan itu berawal kecurigaan warga terhadap aktivitas boat tersebut. Masyarakat melaporkan keberadaan boat pancing itu kepada Satuan Polisi Airud Polres Pidie yang bermarkas di Kompleks Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Peukan Baro.

Kemudian, sejumlah personel polisi Airud Polres Pidie bersenjatakan laras panjang menggunakan speed boat mengejar boat pancing dan berhasil ditangkap tidak jauh dari tepi pantai Laweung. Saat digeladah, polisi menemukan beras ketan berlabel AAA sebanyak 140 sak.

Selain itu, kata Kapolres Pidie, polisi juga menyerahkan barang bukti (BB) beras ketan dan pemilik beras serta dua rekannya kepada Sat Reskrim dan Sat Intelkam, kemudian digiring ke Mapolres Pidie. Sementara satu boat pengangkut beras diamankan di Markas Sat Airud Polres Pidie.

Dari hasil pemeriksaan, katanya, beras ketan itu dibeli dari Hamzah (50) seorang pedagang beras di Kota Sabang dengan harga Rp 300 ribu per karung. Mereka sudah dua kali lolos memasok beras ketan ke Kabupaten Pidie, tanpa dokumen. “Berkat informasi warga, pada penyeludupan ketiga kalinya, mereka ditangkap. Kami memberikan apresiasi kepada warga yang telah berani melaporkan keberadaan boat mencurigakan kepada polisi. Selama ini, perairan Selat Melaka sering dijadikan sarana lalulintas kejahatan penyeludupan,” ungkap Muhajir.

Kasat Resrim Polres Pidie, AKP P Harahap, yang dihubungi Serambi, kemarin, mengatakan, beras ketan sebanyak 140 sak yang dikemas dalam karung berlabel AAA (berat 25 kilogram per sak) merupakan beras impor negara Thailand. Beras tersebut hanya boleh dipasarkan di Kota Sabang. “Jika dijual ke kabupaten lain, maka harus mengantongi surat izin bea cukai. Makanya, BB beras ketan tersebut akan kami serahkan ke petugas bea cukai. Sebab, beras itu legal, namun dijual ke daerah lain secara ilegal,” kata AKP P Harahap.(naz) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id