5.000 Pasutri tak Miliki Akte Nikah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

5.000 Pasutri tak Miliki Akte Nikah

5.000 Pasutri tak Miliki Akte Nikah
Foto 5.000 Pasutri tak Miliki Akte Nikah

* Baru 500 Orang Yang Ikut Isbat Nikah

LHOKSUKON – Sekitar 5.000 lebih pasangan suami istri (pasutri) di 27 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara, hingga saat ini belum miliki buku akte nikah. Para pasutri tersebut rata-rata menikah saat Aceh dilanda konflik berkepanjangan. Dari 5.000 pasutri itu, baru sekitar 500 orang yang mengikuti sidang isbat nikah untuk mendapatkan akte nikah.

“Berdasarkan data dari Kantor Urusan Agama (KAU), jumlah pasangan suami istri yang belum memiliki akte nikah mencapai 5.000 lebih. Rata-rata mereka yang belum punya akte nikah tersebut, mereka menikah pada masa konflik Aceh dulu,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Utara, Zulkifli Idris kepada Serambi, kemarin.

Pada masa konflik, kata Zulkifli Idris, KUA tidak bisa beroperasi secara normal, sehingga masyarakat tidak bisa mengurus akte nikah. Akhirnya calon pengantin menikah di luar KUA. Selain karena menikah pada masa konflik, ada juga pasutri yang kehilangan akte nikah karena musibah tsunami dan kebakaran.

“Tapi Alhamdulillah dari jumlah 5.000 lebih itu, sudah dapat kita kurangi sekitar 500 pasangan dengan cara menggelar isbat nikah gratis pada tahun 2016. Sidang isbat itu bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Duskapil) Aceh Utara dan Mahkamah Syariah Lhoksukon,” katanya.

Untuk mengadakan isbat nikah, sebut Zulkifli, membutuhkan biaya sekitar Rp 190 ribu lebih. “Selama ini sebagian masyarakat keliru memaknai isbat nikah. Mereka menyangka itu proses menikahkan kembali pasutri yang tidak memiliki akte nikah tersebut oleh hakim Mahkamah Syari’yah. Padahal bukan demikian,” ujar Kakankemenag Aceh Utara.

Isbat nikah, kata Zulkifli, adalah proses menguatkan akad nikah sebelumnya agar tercatat dalam dokumen resmi. Bukan karena nikah sebelumnya tidak sah. “Untuk memback up supaya tidak bertambah pasutri yang tak ada buku nikah, kita sosialisasikan agar tidak menikah pada kadhi liar. Kalau menikah pada kadhi liar, sudah pasti tak ada akte nikah,” katanya.

Untuk itu diharapkan aparat penegak hukum dapat mencegah praktik pernikahan pada kadhi liar. “Bila prakrik menikah pada kadhi liar ini tak mampu dicegah, sudah pasti pasutri yang tak ada buku akte nikah akan bertambah lagi,” demikian Zulkifli Idris.

PelaksanaTugas (Plt) Sekda Aceh Utara, Abdul Aziz, menyebutkan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara akan menyediakan dana untuk pelaksanaan sidang isbat nikah, agar semua pasangan suami istri di Aceh Utara yang belum memiliki akte nikah bisa segera memiliki akte nikah.

“Namun anggaran yang disediakan bertahap. Kita berharap dengan dukungan kerja sama pihak terkait, persoalan ini akan segera bisa diatasi, sehingga tak ada lagi pasangan suami istri yang tak ada akte nikah,” kata Abdul Aziz.(jaf) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id