Pencairan APBG Bakal Terlambat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pencairan APBG Bakal Terlambat

Pencairan APBG Bakal Terlambat
Foto Pencairan APBG Bakal Terlambat

* 124 Desa belum Serahkan LPPG

BLANGPIDIE – Realisasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Gampong (LPPG) atau laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran desa tahun 2016 oleh para keuchik di Kabupaten Abdya masih rendah. Data yang masuk hingga Jumat (10/3), dari 132 desa hanya delapan desa yang melaporkan LPPG 2016 kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4).

Sedangkan 124 gampong lainnya belum menyerahkan laporan sama sekali. “Padahal, LPPG 2016 merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh para keuchik untuk proses pencairan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong tahun 2017,” kata Kepala DPMP4 Abdya, Ruslan Adly SP menjawab Serambi, Jumat (10/3) sore.

Ruslan Adly menjelaskan surat pemberitahuan agar segera melaporkan LPPG tahun 2016 dan menyerahkan RAPBG 2017 sudah tiga kali dilayangkan kepada para keuchik di Abdya. Dua kali, surat pemberitahuan diteken oleh Plt Sekda Abdya, Drs Thamrin dan satu kali ditandatangani Kepala DPMP4 Abdya. Dalam surat pemberitahuan itu selain meminta keuchik segera menyerahkan LPPG 2016, juga agar segera menyerahkan Rencana Kerja Pemerintah Gampong (RKPG) 2017 dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (RAPBG) 2017.

Dalam hal ini, RKPG dan RAPBG perlu segera diserahkan untuk diverifikasi kembali. Akan tetapi hingga kini, kata Ruslan Adly, didampingi Reza Saputra dari Bagian Gampong, dari 132 keuchik pengelola APBG 2016 hanya delapan keuchik yang menyerahkan LPPG atau pertanggungjawaban penggunaan anggaran kepada DPMP4 Abdya, sehingga 124 gampong belum menyerahkan. Tetapi RKPG sudah sekitar 70 persen gampong yang menyerahkan dari 152 desa (132 desa ditambah 20 desa yang baru mendapat status definitif).

Disebutkan delapan desa yang telah menyerahkan LPPG adalah di Kecamatan Manggeng dari 17 desa, tercatat lima desa sudah menyerahkan, yaitu Desa Keudai, Sejahtera, Panton Makmur, Seuneulop, dan Ladang Panah. Kecamatan Tangan-Tangan dari 15 desa baru hanya dua desa menyerahkan LPPG, yaitu Desa Padang Bak Jeumpa dan Ie Lhop.

Kecamatan Jeumpa dari 10 desa hanya satu desa menyerahkan LPPG, yaitu Desa Kuta Jeumpa. Malahan, enam kecamatan lainnya belum ada satu pun keuchik yang menyerahkan LPPG 2016, termasuk RAPBG 2017, yaitu Kecamatan Babahrot, Kuala Batee, Susoh, Blangpidie, Setia dan Lembah Sabil. Peristiwa ini, kata Ruslan Adly mengakibatkan proses pencairan APBG 2017 akan terlambat diproses. “Apabila keuchik tidak menyerahkan LPPG 2016, maka APBG 2017 tidak bisa proses pencairannya,” katanya lagi.

Kepala DPMP4 Abdya Ruslan Adly juga menjelaskan jumlah gampong yang menerima APBG 2017 meningkat dari 132 menjadi 152 desa. Pertambahan tersebut setelah pemerintah mendefinitifkan 20 gampong yang sebelumnya berstatus desa persiapan.

Ke-20 gampong yang baru mendapat status definitif itu memang tidak melaporkan LPPG karena tidak ada alokasi anggaran desa tahun 2016 lalu. Akan tetapi, Ruslan meminta keuchik setempat dapat menyerahkan Rencana Kerja Pemerintah Gampong dan RAPBG 2017. Tetapi, dari 20 desa yang baru definitif tersebut beberapa di antarnya sudah menyerahkan RKPG 2017 hasil musyawarahkan Plh keuchik dengan masyarakat setempat.(nun) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id