Polres Tahan Aipda Syafrial | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polres Tahan Aipda Syafrial

Polres Tahan Aipda Syafrial
Foto Polres Tahan Aipda Syafrial

* Kasus Meninggalnya Remaja Banda Masen

LHOKSEUMAWE – Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe dilaporkan menahan Aipda Syafrial (sebelumnya tertulis Bripka), sejak Kamis (9/3). Oknum polisi tersebut merupakan tersangka kasus penganiayaan terhadap Muhammad Syahrul (19), remaja Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Untuk diketahui, Syahrul yang bekerja menggembala kambing, meninggal pada 3 Maret 2017 sekitar pukul 19.30 WIB, saat orang tuanya hendak membawanya kembali ke rumah sakit, karena menderita pembekakan di bagian jantung, yang diduga akibat ditendang oleh Aipda Syafrial.

Kasus penganiayaan itu terjadi 31 Januari 2017. Oknum polisi tersebut menendang bagian dada korban, karena merasa diadu domba oleh korban. Sedangkan pihak keluarga korban menyebutkan, korban dituduh mencuri daun pisang, padahal korban sudah meminta izin pada penjaga kebun.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Yasir kepada Serambi, Sabtu (11/3) mengatakan, tersangka ditahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan juga untuk menciptakan kesejukan antara keluarga korban dan keluarga tersangka. Selain itu untuk menimbulkan efek jera terhadap pelaku atas perbuatannya.

“Proses pidana terhadap oknum polisi dan masyarakat itu tak ada bedanya. Karena semua orang di mata hukum sama, jadi kita juga tidak membedakan dalam proses hukum terhadap kasus ini. Karena itu, tersangka meskipun oknum polisi juga kita tahan. Untuk tahap pertama 20 hari ke depan,” ujar AKP Yasir.

Disebutkan, penyidik juga sedang merampungkan berkas kasus itu, dengan memeriksa seorang saksi lagi, yaitu dokter yang mengeluarkan hasil visum terhadap korban. Berkas kasus itu belum dapat dilimpahkan pekan ini karena polisi menuntaskan pemeriksaan terhadap saksi.

Dengan sudah diperiksa saksi tersebut, sehingga berkas itu sudah dapat dilimpahkan dalam pekan depan. “Tersangka kita proses dulu dalam kasus pidananya. Soal disiplin akan ada nanti,” demikian Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Yasir.

Amirullah Abdullah (46), ayah almarhum Muhammad Syahrul kepada Serambi menyebutkan, tim Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Aceh sudah meminta keterangannya, termasuk dua warga Banda Masen lainnya yang mengetahui kejadian tersebut.

“Saya sudah menjelaskan kepada tim tersebut kejadian yang sebenarnya, sebagaimana saya lihat saat penganiayaan tersebut terjadi,” kata Amirullah.

Selain itu, keluarga tersangka juga datang bersilaturahmi, dan diterima sebagaimana tamu yang lain. “Sebelumnya saya juga sudah menyampaikan kepada polisi supaya menahan pelaku, agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan antara keluarga saya dengan pelaku,” kata Amirullah.(jaf) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id