Korban Tenggelam di Kolam Puspemkab Aceh Timur Ditemukan Meninggal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Korban Tenggelam di Kolam Puspemkab Aceh Timur Ditemukan Meninggal

Korban Tenggelam di Kolam Puspemkab Aceh Timur Ditemukan Meninggal
Foto Korban Tenggelam di Kolam Puspemkab Aceh Timur Ditemukan Meninggal

URI.co.id, IDI – M Faldi (16) siswa kelas 1 SMKN Idi Rayeuk, warga Dusun Kesehatan, Gampong Tanoh Anou, Kecamatan Idi Rayeuk, yang tenggelam saat berenang bersama tiga temannya di kolam kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Aceh Timur, ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 18.20 WIB, Sabtu (11/3/2017).

Sebelumnya korban bersama tiga temannya (Isa, Aris, dan Handa) sepulang dari Maulid Nabi SAW di Pesantren Abidon, pergi ke kolam kawasan Puspemkab Aceh Timur, untuk berenang sekitar pukul 14.30 WIB.

Menurut informasi yang diperoleh URI.co.id, dari Kapolsek Idi Rayeuk, AKP Didik Suratno menyebutkan sebelum korban berenang teman korban bernama Isa menanyakan kepada korban “Apakah kamu bisa berenang? Kemudian, korban menjawab bisa.

Selanjutnya, korban langsung berenang dan tidak lama kemudian korban melambaikan tangan sambil meminta tolong, tolong, setelah itu korban langsung tenggelam.

Setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan terdiri dari Tim SAR, Petugas BPBD, TNI/Polri dan masyarakat korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia sekitar pukul 18.20 WIB atau sekitar 4 jam sejak korban tenggelam.

Korban ditemukan 10 meter dari lokasi pertama korban berenang. Setelah ditemukan, jasad korban dibawa ke RSUD dr Zubir Mahmud untuk divisum.

Selanjutnya, dibawa ke rumah keluarga almarhum untuk dikebumikan.

Untuk diketahui bahwa kolam di kawasan Puspemkab Aceh Timur, ini merupakan kolam buatan seluas sekitar 2 hektar dengan kedalaman 2-3 meter, serta kondisi tanah di dasarnya berlumpur.

Selama ini kawasan Puspemkab Aceh Timur, menjadi objek wisata bagi warga lokal. Bahkan, kolam buatan tersebut hampir setiap hari ada anak-anak bermandian.

Namun, insiden yang menimbulkan korban tenggelam dan meninggal dunia baru kejadian ini pertama kali terjadi.

Kepala BPBD Syahrizal Fauzi, yang ditemui URI.co.id di lokasi mengatakan, bahwa sebelumnya pihaknya telah memasang pamflet larangan mandi di lokasi ini.

Namun, dicabut sehingga anak-anak tidak menghiraukan larangan tersebut.

Ke depan, kata Syahrizal, ia akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk mencegah agar anak-anak tidak lagi berenang di kolam tersebut.

“Agar tidak ada lagi korban jiwa. Soalnya selain dalam, tanah di dasar kolam ini berlumpur,” jelas Syahrizal. (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id