“Terima Kasih untuk Pejabat 44 Hari” | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

“Terima Kasih untuk Pejabat 44 Hari”

“Terima Kasih untuk Pejabat 44 Hari”
Foto “Terima Kasih untuk Pejabat 44 Hari”

DALAM pidatonya seusai mengambil sumpah dan melantik pejabat eselon II yang baru, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengatakan, pelantikan pejabat merupakan hal yang biasa dan normatif. Tujuannya, kata Abu Doto adalah untuk memotivasi kinerja Pemerintah Aceh yang ia nilai berjalan lambat dan perlu tenaga baru untuk memacunya, terutama menghadapi Penas KTNA XV di Banda Aceh, 6-11 Mei 2017.

Pernyataan yang disampaikan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah itu, menurut kalangan pengamat dinilai kurang linier dengan kondisi yang terjadi saat ini. Pertanyaannya kenapa semua pejabat eselon II yang telah terlibat kepanitiaan Penas KTNA 2017 diganti dengan pejabat baru. Apakah pejabat baru itu tidak kesulitan melanjutkan kerja pejabat lama, sementara pelaksanaan Penas tinggal 58 hari lagi.

Menanggapi pertanyaan wartawan terkait hal tersebut, Gubernur Zaini menegaskan lagi bahwa pergantian pejabat eselon II dimaksudkan untuk memicu kinerja yang belum tercapai saat ini. Makanya, kepada pejabat yang baru dimintanya untuk bekerja cepat dan berlari kencang untuk mencapai progres kerja yang belum tercapai.

Kepada pejabat lama yang sudah berbakti untuk persiapan Penas KTNA XV, Gubernur Zaini Abdullah mengucapkan terima kasih, meski usia jabatannya baru 44 hari. “Kami butuh inovasi dan kinerja yang lebih cepat lagi agar semua persiapan yang belum dicapai bisa tercapai sebelum pembukaan Penas KTNA pada 6 Mei 2017,” tandas Zaini.

Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai apakah pelantikan yang dilakukan sudah sesuai peraturan, Doto Zaini mengatakan untuk pelantikan tersebut dirinya sudah menyurati dan mengirim sms kepada pihak Kemendagri tapi gubernur tidak menjelaskan apakah pihak Kemendagri telah memberikan izin untuk pelantikan 33 pejabat eselon II tersebut.

Menurut Zaini, dasar hukum pelaksanaan Pemerintahan di Aceh adalah UUPA Nomor 11 Tahun 2006. “Itu pegangan kita, karena itu kita berani melakukannya, karena dasarnya UUPA. Kalaupun ada UU lain yang mengatur, kita tidak melanggarnya, karena Aceh dengan UUPA berlaku lex spesialis,” ujar Zaini Abdullah.

Pejabat yang sudah dilantik, kata gubernur, kerja terus, tidak perlu khawatir. Karena apa yang dijalankan sudah sesuai aturan. “Kita bekerja untuk melayani rakyat, kenapa harus takut,” ujarnya berulang kali.(her) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id