Nelayan Dilarang Ikat Boat di Tiang Jembatan Peudada | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Nelayan Dilarang Ikat Boat di Tiang Jembatan Peudada

Nelayan Dilarang Ikat Boat di Tiang Jembatan Peudada
Foto Nelayan Dilarang Ikat Boat di Tiang Jembatan Peudada

BIREUEN – Jajaran Muspika Peudada menggelar pertemuan dengan para nelayan, pawang laot, pawang boat dan perangkat desa, di UPTD PPI Peudada, Jumat (10/3). Salah satu poin dalam pertemuan itu adalah, nelayan dilarang mengikat boat di tiang Jembatan Peudada, agar jembatan yang berada di lintas nasional Banda Aceh-Medan itu tidak ambruk.

Rapat itu dilaksanakan terkait surat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I Satker Jalan Nasional I Aceh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2 Sigli, Beureunun, dan Bireuen, tentang kondisi Jembatan Peudada yang diperkirakan akan ambruk.

Camat Peudada, M Hasan Daulay mengatakan, Jembatan Peudada sudah berusia 25 tahun. Kondisi saat ini mulai memprihatinkan, tiang penyangga juga terancam akibat abrasi sungai makin meluas. Jika jembatan itu ambruk, lintas nasional dipastikan putus total karena tidak ada jalur alternatif. Berbeda dengan kondisi di Jembatan Kutablang yang punya jalur alternatif.

Dalam pertemuan itu, kata Camat, disampaikan beberapa imbauan untuk menjaga keselamatan jembatan. Antara lain nelayan dilarang mengikat boat di tiang jembatan untuk mencegah kerusakan. Selain itu, juga tidak dibernarkan adanya aktivitas galian C di dekat jembatan. Pertamuan itu turut dihadiri Kapolsek Peudada Iptu Hadriman SSos.

Mardani, pawang boat mengharapkan pemerintah juga melakukan langkah antisipasi kerusakan sungai. Selain itu, pemerintah diminta membangun tiang khusus di bantaran sungai untuk mengikat boat nelayan.

Keuchik Neubok Naleung, Nasruddin mengatakan nelayan setuju dan menyambut baik upaya menyelamatkan jembatan. Tapi pemerintah juga diminta tidak mengabaikan aset masyarakat.(yus) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id