Habsah Bersyukur Rumahnya yang Tak Layak Huni Dibangun Kodim Pidie | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Habsah Bersyukur Rumahnya yang Tak Layak Huni Dibangun Kodim Pidie

Habsah Bersyukur Rumahnya yang Tak Layak Huni Dibangun Kodim Pidie
Foto Habsah Bersyukur Rumahnya yang Tak Layak Huni Dibangun Kodim Pidie

URI.co.id, SIGLI – Habsah binti Ali (76) asal Gampong Lueng Sagoe, Kecamatan Mutiara, Pidie salah satu dari 14 penerima rumah layak huni Lanjut Usia (Lansia) dari dua Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya pada program‎ kerjasama Kodam Iskandar Muda (IM) dengan Kementerian Sosial RI dalam wilayah Kodim 0102/Pidie Tahun Anggaran 2017. 

Habsah patut bersyukur atas pembangunan rumah yng ditempati selama puluhan tahun dalam kondisi memprihatinkan, kini menjadi rumah layak huni setelah puluhan aparat TNI membedah rumah miliknya pekan lalu.

“Lon sangat bersykur ateuh bantuan paleng rayeuk aparat teuntra dari Kodim yang ka berkenan membngun rumah lon selaku warga yang sangt miskin di gampong yoe  Saya sangat bersyukur atas kontribusi besar aparat TNI dari Kodim 0102/Pidie yang telah membangun rumah warga yang sangat miskin di desa ini,”ujar Habsah Ali kepada URI.co.id, Rabu (8/3/2017).

Menurut nenek 15 cucu ini, selama puluhan tahun Nek Habsah menempati rumah gubuk reot dengan kondisi sangat memprihatinkan. Selain atap rumbia yng telah bocor, juga dinding serta tiang penyangga rumahnya telah lapuk dimakan rayap.

Tak ayal, salah satu cucu tercintanya yang menemaninya ‎kerap menjadi kelimpungan berteduh tinggal bersamanya. Apalagi ketika didera musim hujan membuat mereka tak nyaman berteduh di gubuk reot itu. Bak reseki turun dari langit, gubuk reot yang mereka tempati, kini ‎telah dibangun menjadi rumah layak huni oleh aparat TNI.

“Duengon teubangun rumoh yang baroe lon ka aman untuk beribadah untuk bekal woe u akhirat karena usia lon ka tuha that (Dengan terbangun rumah yanbg baru ini saya sudah aman untuk beribadah untuk bekal pulang ke akhirat karena usia saya telh uzur),”ujarnya.

Saban hari ibu tiga anak ini hidup dengan hasil upahan membersihkan beras serta menjadi tukang sapu membersihkan pada rumah warga dengan pendapatan sangat rendah untuk menyambung harapan hidupnya. Kendati demikian, dirinya tidak memiliki kekuatan dana merenovasi gubuk reot tempt tinggal yang telah ditempati diatas tanah warisan semata wayang pemberian orang tuanya.

“Sungguh ini patut saya bersyukur kepada Allah terhadap Rahmad-Nya yang telah memberikan nikmat terhadap pembangunan rumah ini,”tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Usik Samwa Parana kepada URI.co.id, Rabu (8/3/2017) mengatakan, Ke-14 pembangunan rumah layak huni Lansia itu masing-masing di Kabupten Pidie dengan jumlah delapan unit yang tersebar di Kecamatan ‎Padang Tiji satu unit, Indra Jaya satu unit, Mutiara Barat dua unit, Glumpang Tiga satu unit, dan Batee dua unit. Sementara di Kabupaten Pidie Jaya, hanya enam unit yang disebar di Kecamatan Bandarbaru empat unit, dan Kecamatan Meurah Dua dua unit.

“Ke-14 unit rumah layak huni yang diperuntukkan bagi Lansia miskin pada tahun ini diperkirakan rampung dalam tempo sepuluh hari dengan melibatkan sebanyak 50 personel TNI dari jajaran Kodim 0102/Pidie,”ujarnya (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id