Napi Kabur tak Dilapor Polisi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Napi Kabur tak Dilapor Polisi

Foto Napi Kabur tak Dilapor Polisi

* Terkesan Dirahasiakan

BANDA ACEH – Kasus kabur atau menghilangnya sekitar enam hingga sepuluh narapidana (napi) dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Banda Aceh sejak 27 Desember 2015 sampai 5 Februari 2016 lalu, ternyata tidak satu pun dilaporkan ke pihak kepolisian, baik ke Polda Aceh maupun ke Polresta Banda Aceh. Terkesan, kasus-kasus itu sengaja dirahasiakan dari polisi.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Aceh, Kombes Pol Nurfallah, memastikan bahwa hingga Jumat (4/3) kemarin pihaknya belum menerima laporan khusus dari LP Banda Aceh tentang kaburnya Rasyidin bin Harun alias Abu Sumatera (36) dari LP tersebut 5 Februari lalu, maupun para napi lainnya yang sudah duluan kabur.

Hal yang sama juga ditegaskan Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli SStMk SH, melalui Kasat Reskrim Kompol Supriadi MH kepada Serambi kemarin. “Belakangan ini tak ada pemberitahuan kepada kami tentang napi yang kabur atau menghilang dari LP Banda Aceh,” kata Supriadi.

Meski belum dilapor secara resmi tentang adanya napi yang kabur maupun yang tak kembali lagi ke LP setelah diberi izin ke luar beberapa hari, pihak Direktur Reskrimum Polda Aceh telah membuat laporan polisi model A untuk menyelidiki lebih lanjut kasus tersebut.

“Kalau Abu Sumatera kabur tak ada laporan dan surat yang dikirim ke Polda, makanya kita buat laporan polisi model A untuk menyelidiki kasus ini. Tujuannya juga untuk membantu LP, termasuk untuk menangkap mereka yang kabur,” kata Kombes Nurfallah menjawab Serambi di ruang kerjanya, Jumat (4/3).

Saat ditanya apakah kepolisian akan segera mengambil tindakan untuk mengejar napi pindahan dari LP Lhokseumawe itu, Nurfallah mengatakan saat ini pihaknya harus menunggu laporan atau surat resmi dari kepala LP lebih dulu. “Kita ingin pihak LP dulu yang meminta bantuan kepada kita, baru kita bergerak, mengingat ini wewenang mereka. Tapi sampai saat ini belum ada surat apa-apa, makanya kita bikin laporan polisi model A,” ungkap Nurfallah.

Menurutnya, bukan hanya Abu Sumatera, tapi semua napi yang kabur atau menghilang dari LP itu setelah mendapat izin ke luar, merupakan wewenang LP untuk mengejar dan membawa kembali para napi  kembali ke “hotel prodeo” itu. “Polisi tetap memantau dengan membuat laporan dan membantu jika nanti sudah dibutuhkan. Misalnya, kita diminta bantu untuk mengejar atau memeriksa saksi-saksi di LP, atau sidak khusus. Intinya, kita harus berkoordinasi dulu. Tapi untuk kasus kaburnya Abu Sumatera sungguh belum ada laporan apa pun kepada kami,” imbuh Nurfallah.

 Tak diberi tahu
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Supriadi MH menambahkan, belakangan ini belum pernah pihaknya menerima surat pemberitahuan khusus dari LP Banda Aceh tentang adanya napi yang kabur. “Begitu juga napi yang mendapat izin resmi ke luar, tapi kemudian tak pernah kembali lagi ke LP, kecuali kalau kami yang proaktif mempertanyakannya. Misalnya, seperti yang baru-baru ini kami pertanyakan terkait hilangnya Abu Sumatera, baru mereka tunjukkan datanya,” ujar Supriadi.

Menurut Supriadi, hal yang dipertanyakan polresta ke pihak LP pun sebatas mencari tahu informasi tentang benar-tidaknya ada napi yang dilaporkan hilang atau kabur, seperti yang diekspose media pekan lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Abu Sumatera kabur dari LP Kelas II A Banda Aceh sejak 5 Februari 2016. Napi yang dihukum empat tahun penjara karena terlibat percobaan pembakaran rumah seorang pejabat di Kota Lhokseumawe itu belum ditemukan hingga kemarin. Awalnya ia mendapat izin ke luar LP karena alasan khusus lantaran ibu mertuanya meninggal di Lhokseumawe pada medio Januari 2016. Sejak berangkat ke Lhokseumawe pada 5 Februari tanpa pengawalan, Abu Sumatera tak pernah kembali lagi ke LP Banda Aceh. Selain Abu Sumatera, disebut-sebut lima napi lainnya juga kabur dari LP tersebut.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala LP Kelas IIA Banda Aceh, Joko Budi Santoso BcIP, SSos yng dikonfirmasi via sms menjawab bahwa hingga kemarin belum seorang pun napi yang kabur itu kembali secara sukarela atau berhasil ditangkap kembali oleh sipir LP.

Saat ditanya Serambi apakah pengejaran dilakukan hingga ke Lhokseumawe dan Medan, Joko menjawab singkat, “Iya, pasti itu.”

Sebelumnya, Kabid Pembinaan, Bimbingan, Pemasyarakatan, dan Komunikasi Kanwil Kemenkumham Aceh, Drs Meurah Budiman SH menyebuatkan, sedikitnya sudah tujuh orang sipil yang ia periksa terkait pelarian napi yang bernama Abdul Salam, Mekkial, Faruk, dan Mukhtar Lian. (dan/mir/dik)

napi yang kabur
* Mekkial bin Hasan Basri, kasus narkoba, dipidana 9 tahun. Berstatus tamping, sehingga sering ke luar-masuk LP untuk belanja. Tapi pada 27 Desember 2015 ia kabur. Tanggal bebasnya 3 September 2023.
* Chen Piau alias Faruk, kasus narkoba, dipidana 6 tahun. Pada 1 Januari 2016 diberikan izin ke luar malam hari oleh komandan jaga Daudi dkk, lalu lari ke Medan, Sumut, dengan alasan melihat anaknya yang sakit. Tanggal bebasnya 26 Januari 2024.
* Mukhtar Lian, kasus narkoba, dipidana 14 tahun. Pada 5 Januari 2016 dikeluarkan pegawai jaga dan dilaporkan oleh kalapas telah melarikan diri. Tanggal bebasnya 20 Februari 2019.
* Abdul Salam bin Zamzah, kasus narkoba, dipidana 17 tahun. Ia melarikan diri saat diberikan izin alasan penting 2 x 24 jam oleh Kalapas Banda Aceh sejak 8 Januari 2016 dengan alasan menjenguk istri yang sakit di Lamteuba, Aceh Besar. Tanggal bebasnya 2 Juni 2027.
* Irwan Yuda Prawira alias si Wan Pom, lari dari LP Banda Aceh pada Desember 2015.
* Rasyidin bin Harun alias Abu Sumatera (36), terlibat kasus percobaan pembakaran rumah seorang pejabat di Lhokseumawe, divonis 4 tahun. Ia melarikan diri 5 Februari 2016 saat dapat izin melayat ibu mertuanya yang meninggal di Lhokseumawe pada 23 Januari 2016. Tanggal bebas 13 November 2018, namun ditambah sisa hukuman yang lama di Lhokseumawe saat melarikan diri dulu, ia diperkirakan baru akan bebas pada tahun 2022. (dik) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id