Pemantau Syariat Islam di Peunayong Dipolisikan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pemantau Syariat Islam di Peunayong Dipolisikan

Foto Pemantau Syariat Islam di Peunayong Dipolisikan

BANDA ACEH – Seorang warga Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Saymun dilaporkan ke polisi oleh seorang wanita bernama Monaria (47) atas tuduhan penganiayaan saat Saymun memergoki wanita tersebut di Jalan Panglima Polem, Peunayong, Selasa (1/3) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu Saymun Cs sedang patroli dalam kapasitasnya sebagai Muhtasib Gampong Peunayong dengan tugas menegakkan amar ma’ruf dan mencegah maksiat.

Saymun yang juga Ketua RAPI Kecamatan Kuta Alam kepada Serambi mengatakan, atas laporan tersebut, dirinya telah menghadap ke penyidik Polresta Banda Aceh pada hari Kamis 3 Maret 2016 untuk memberi keterangan. “Pengurus RAPI Banda Aceh menyikapi masalah ini karena Saymun adalah Ketua RAPI Kecamatan Kuta Alam. Saudara Saymun telah memenuhi panggilan polisi untuk memberikan keterangan. Kita tunggu saja perkembangannya,” kata Ketua RAPI Kota Banda Aceh, Putut Rananggono (JZ01BPV) terkait masalah yang dihadapi pengurus organisasi di jajarannya.

Saymun yang merasa keberatan dengan tuduhan penganiayaan sempat mengupload surat tanda bukti lapor ke media sosial (akun facebook-nya). Saymun menulis secara blak-blakan tentang wanita yang ditegurnya tersebut. “Wanita tersebut sudah sangat meresahkan warga Peunayong. Saya sempat menegurnya, namun yang terjadi kemudian saya malah dilaporkan ke polisi,” ujar Saymun.

Masalah yang dihadapi Saymun mendapat simpati dari berbagai kalangan. Malah ada yang mengatakan siap memberikan pendampingan hukum terhadapnya. Ketua Komisi D DPRK Banda Aceh yang membidangi Syariat Islam, Farid Nyak Umar juga mendukung dan mensupport serta memberikan motivasi kepada Saymun Cs serta pemuda Gampong Peunayong dalam hal melakukan tugas memberantas maksiat dengan cara berpatroli dan menertibkan wanita yang patut diduga sebagai wanita ‘nakal.’ “Meskipun sudah berkali-kali diingatkan dan dinasihati agar tidak melakukan aktivitas maksiat namun para wanita tersebut tak menggubrisnya. Mereka malah menantang Saymun,” kata Farid mengutip hasil diskusinya dengan Saymun dan pemuda Peunayong.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Zulkifli SStMk SH melalui Kasat Reskrim Kompol Supriadi SH MH menjawab Serambi, Kamis (3/3) membenarkan Saymun telah dimintai keterangan terkait pengaduan penganiayaan. Menurut Supriadi, pihaknya masih memeriksa saksi-saksi dan belum ada penetapan status terlapor sebagai tersangka. “Kita masih memintai keterangan saksi-saksi,” kata Supriadi.(mir) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id