Polisi Tangkap Penculik Warga Gampong Laksana | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Tangkap Penculik Warga Gampong Laksana

Foto Polisi Tangkap Penculik Warga Gampong Laksana

 
* Korban Kabur Saat Penculik Tertidur

BANDA ACEH – Personel Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh, menangkap Ridwan Yusuf alias Wan Reube (40), warga Pandrah, Kabupaten Bireuen. Pria yang dilaporkan terlibat penculikan Agam Setiawan (33) warga Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, pada 5 Juli 2015 lalu itu, ditangkap di rumahnya di Gampong Blang Gadeng, Senin (29/2) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.

Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Drs Nurfallah mengatakan, Ridwan Yusuf sebagai otak penculikan yang diburu sejak 8 bulan lalu, berhasil ditangkap bersama barang bukti (BB) satu unit sepeda motor Honda Scoopy BL 4835 SS milik korban yang dilarikannya. “Korban dan pelaku saling kenal. Penculikan itu menurut pelaku, dikarenakan ayah korban berutang Rp 7 juta pada dirinya. Namun, orang tua korban yang telah kita mintai keterangannya mengatakan tidak pernah berutang pada tersangka. Itu hanya alasan pelaku,” kata Nurfalla, dalam konferensi pers yang dilangsungkan di Polda Aceh, Kamis (3/3) siang.

Dir Reskrimum Polda Aceh ini menjelaskan, penculikan yang terjadi 5 Juli 2015 lalu itu, saat Agam Setiawan ditelepon oleh pelaku Ridwan Yusuf dan diminta datang ke Pasar Peunayong, Banda Aceh. “Begitu korban tiba di Peunayong menggunakan Honda Scoopynya, Ridwan bersama dua pelaku lainnya, Firman dan Bustami, langsung mendekat sambil mengancam korban untuk ikut dengan mereka,” kata Dir Reskrimum.

Karena jiwanya terancam, korban pun menuruti kehendak pelaku yang langsung membawanya ke lereng bukit kawasan Samahani, Aceh Besar. Di sana, korban disekap dalam sebuah kandang ayam. “Niat pelaku yang memang ingin memeras, terus-terusan menelpon istri korban dengan meminta tebusan Rp 60 juta. Bila tidak dipenuhi, korban akan dibunuh. Karena, isteri korban tidak punya uang, akhirnya melapor kasus penculikan suaminya itu ke Polda,” ungkap Kombes Nurfallah.

Bahkan menurut pengakuan istri korban, orang-orang asing pun sempat diutus datang ke rumah mereka untuk mengambil uang tebusan yang diminta. Namun, karena tidak punya uang yang diminta, akhirnya ‘kaki-tangan’ pelaku itu pun meninggalkan rumah korban. “Orang-orang suruhan penculik itu pun sudah kita mintai keterangannya sebagai saksi,” ungkap Kombes Nurfallah.(mir) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id