Fly Over Masih Terkendala Lahan dan Utilitas | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Fly Over Masih Terkendala Lahan dan Utilitas

Fly Over Masih Terkendala Lahan dan Utilitas
Foto Fly Over Masih Terkendala Lahan dan Utilitas

* Pemko Harus Tuntaskan Akhir Maret

BANDA ACEH – Pembangunan Fly Over Simpang Surabaya ternyata masih terkendala lahan yang belum bebas, serta utilitas milik PLN (tiang listrik) di Jalan Tgk Chik Ditiro Peuniti-Simpang Surabaya. Untuk itu Pemko Banda Aceh harus menuntaskan persoalan itu paling lambat akhir Maret ini. Hal itu diungkapkan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I Aceh, Ir Fathurrahman MSi, Senin (6/3) dalam sidak di kawasan itu.

Fathurrahman yang didampingi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Fly Over, Ir T Herman, Kepala Operasi PT Jaya Konstruksi, Koko Nurdianto, dan pelaksana proyek lainnya mengatakan, semula pihaknya menargetkan jalan di bawah fly over bisa dilalui sebelum Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) pada Mei mendatang.

Namun karena belum ditertibkannya warung papan dan tiang listrik di kawasan tersebut hingga saat ini, pihaknya pesimis jalan bawah fly over bisa selesai sebelum Penas. “Kami sudah menerima banyak janji dari pihak terkait. Tapi sepertinya kita memang belum siap menghadapi Penas nanti,” kata Fathurrahman pesimis.

Menurut Fathurrahman, belum selesainya jalan bawah fly over sangat berpengaruh pada penyelenggaraan Penas nanti. Sebab jalur tersebut akan sering dilalui puluhan ribu tamu dari seluruh Indonesia. “Jalan bawah ini harus selesai segera, bagaimana mungkin kita biarkan tamu melewati jalan rusak begini,” keluhnya.

Dia menegaskan, rampung tidaknya jalan bawah sangat bergantung pada pemindahan warung dan utilitas PLN. Pihaknya baru bisa bekerja ketika semua kendala itu ditertibkan. “Tugas kami membangun konstruksi, Pemko Banda Aceh yang membebaskan lahannya,” ujar dia.

Maka dari itu lanjut Fathurrahman, pihaknya memberi waktu paling lambat dua minggu ke depan, atau akhir Maret 2017, kepada Pemko dan PLN untuk membereskan masalah itu. “Kalau lebih dari itu, kami tidak jamin jalan ini bakal siap sebelum Penas. Ya nanti biar sama-sama kita menanggung malu,” katanya.

Menurut dia, Pemko Banda Aceh sebagai pemilik wilayah yang paling berhak mengeksekusi lahan tersebut. “Yang bisa menghentikan aktifitas di sini adalah pemilik wilayah yaitu Pemko Banda Aceh. Kalau kami paksakan (eksekusi), nanti kami yang terkena imbasnya,” jelas dia.

Amatan Serambi di lokasi, sejumlah warung berkonstruksi papan di lokasi tersebut masih beroperasi. Padahal persoalan lahan sudah diselesaikan di Pengadilan Negeri Banda Aceh beberapa waktu lalu. Selain itu sedikitnya empat tiang listrik milik PLN di lokasi itu belum dipindah.

Sementara itu, Deputi Manajer Hukum dan Humas PT PLN Wilayah Aceh, T Bahrul Halid mengatakan, sejumlah tiang listrik di depan Kantor Jiwasraya hingga warung ‘sie kameng’ akan dipindah saat gorong-gorong selesai. Menurutnya, saat ini PT Jaya Konstruksi masih menggali gorong-gorong tersebut.

“Kami tidak punya lokasi untuk menanam tiang kalau gorong-gorongnya belum siap. Kalau gorong-gorong itu cepat diselesaikan, cepat pula kami pindahkan tiang itu,” jelas Bahrul Halid yang dikonfirmasi tadi malam.(fit) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id