Jumpai Haji Uma, Panitia Klarifikasi soal Miss Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jumpai Haji Uma, Panitia Klarifikasi soal Miss Aceh

  • Reporter:
  • Sabtu, Maret 5, 2016
Foto Jumpai Haji Uma, Panitia Klarifikasi soal Miss Aceh

BANDA ACEH – Panitia Miss Indonesia 2016, Jumat (4/3), menjumpai anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman (Haji Uma). Kedatangan Direktur MNC Group, Syafril Nasution bersama perwakilan program RCTI, dan panitia penyelenggara program KontesMiss Indonesia 2016, untuk menyampaikan klarifikasi terkait polemik keikutsertaan seorang peserta, Flavia Celly Jatmiko yang mengatasnamakan Aceh pada ajang tersebut, beberapa waktu lalu.

“Pertemuan berlangsung di ruang Ketua DPD RI, Irman Gusman, pukul 15.00 WIB,” kata Sudirman dalam siaran pers kepada Serambi kemarin.  

H Sudirman mengatakan, pertemuan tersebut merupakan bentuk tanggapan dan tindak lanjut pihak MNC Group yang juga mewakili Yayasan Miss Indonesia terhadap surat resmi H. Sudirman, selaku Anggota DPD RI asal Aceh yang duduk di komite III (salah satunya membidangi kebudayaan).

Surat tersebut dilayangkan Sudirman berkaitan dengan polemik keikutsertaan Flavia Celly Jatmiko yang mengatasnamakan wakil Provinsi Aceh secara sepihak dalam kontes Miss Indonesia 2016.

Dalam pertemuan tersebut, Sudirman menyampaikan penyesalannya terhadap pencatutan nama Aceh oleh Flavia Celly Jatmiko dan pihak penyelenggara kontes Miss Indonesia. “Karena mengingat Flavia Celly Jatmiko tidak memiliki keterkaitan darah dan domisili dengan Aceh, di samping itu juga tidak ada rekomendasi dari Pemerintah Aceh, sehingga tidak memiliki legitimasi untuk mewakili Aceh,” ujarnya.  

Akibatnya, lanjut Sudirman, berbagai tanggapan dan kecaman mengalir, tidak hanya di Aceh, tetapi juga di Jakarta dalam bentuk gerakan demonstrasi pemuda dan mahasiswa Aceh di MNC Tower. Menurutnya, reaksi masyarakat Aceh ini muncul karena tindakan pencatutan nama Aceh di ajang Miss Indonesia ini dipandang telah menjatuhkan harkat dan martabat masyarakat Aceh yang sangat menjunjung nilai budaya dan syariat Islam.

Karena itu, Sudirman meminta pihak MNC Group dan Yayasan Miss Indonesia menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Aceh, media massa nasional maupun media massa lokal di Aceh. Ia juga mengingatkan penyelenggara memperbaiki prosedur perwakilan daerah pada kontes Miss Indonesia, terutama peserta dari Provinsi Aceh yang harus mendapat legitimasi dari otoritas daerah serta mengedepankan nilai budaya islami.

 Mohon maaf
Menanggapi ini, Syafril Nasution selaku Direktur MNC Group, Yayasan Miss Indonesia dan RCTI sebagai penyelenggara kontes Miss Indonesia, mengakui dan menyesalkan kekeliruan serta kesalahan yang terjadi. “Atas dasar tersebut, atas nama Yayasan Miss Indonesia dan RCTI sebagai penyelenggara serta atas nama Flavia Celly Jatmiko menyampaikan permohonan maaf dan berupaya agar kejadian yang sama tidak terulang lagi di kemudian hari,” tulis Sudirman mengutip pernyataan Syafril Nasution.

Ia juga menyampaikan alasan panitia meloloskan Flavia Celly Jatmiko sebagai wakil Aceh, atas dasar ketertarikan terhadap figur Flavia yang sangat terinspirasi dengan Cut Nyak Dhien, serta mengangumi fanatisme perjuangan masyarakat Aceh, sehingga Aceh tidak mampu dikuasai sepenuhnya oleh penjajah.

Setelah pertemuan, pihak MNC Group menyerahkan surat klarifikasi kepada H. Sudirman. Pada kesempatan ini, Syafril Nasution meminta maaf secara langsung atas kekeliruan yang terjadi dan ke depannya akan dilakukan dengan mekanisme yang benar. (nal) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id