Petarung yang Berjiwa Besar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Petarung yang Berjiwa Besar

  • Reporter:
  • Selasa, Februari 28, 2017
Petarung yang Berjiwa Besar
Foto Petarung yang Berjiwa Besar

KOMPETISI Pilkada Aceh 2017, bisa dikatakan sudah berakhir dengan digelarnya rapat pleno Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, di Gedung DPRA, Banda Aceh, Sabtu (25/2/2017). Rapat yang berlangsung kurang lebih hampir sepuluh jam itu, telah menetapkan pasangan calon yang berhasil mendulang suara terbanyak dalam pesta demokrasi Aceh tahun 2017.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dalam rapat pleno KIP itu, pasangan calon gubernur/wakil gubernur Aceh nomor urut 6, Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah berhasil meraup suara tertinggi, sebesar 898.710 suara. Disusul pasangan nomor urut 5, Muzakir Manaf (Mualem)-TA Khalid, dengan perolehan suara sebanyak 766.427.

Posisi ketiga, diraih Tarmizi Karim-Machsalmina dengan perolehan 406.865 suara. Urutan keempat diduduki Zaini Abdullah-Nasaruddin dengan total 167.910 suara. Zakaria Saman (Apa Karya)-T Alaidinsyah berada di posisi kelima dengan total suara sebesar 132.981. Sedangkan Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab berada di posisi terakhir dengan raihan 41.908 suara.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, rekapitulasi hasil dan rincian penghitungan suara dan rincian suara sah masing-masing pasangan calon gubernur/wakil gubernur Aceh tahun 2017, kami nyatakan sah,” kata Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi dan langsung mengetuk palu. Pengesahan itu disambut tepuk tangan dan teriakan takbir. “Allah hu akbar Allahu akbar,” teriak seseorang dari atas balkon gedung DPRA.

Rapat itu hanya menetapkan hasil perolehan suara, sedangkan penetapan calon terpilih baru dilakukan KIP Aceh pada 11-13 Maret jika tidak ada Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) atau sengketa yang dilayangkan oleh pasangan calon ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Ini baru pengesahan perolehan suara, kalau penetapan calon terpilih baru kita laksanakan 11-13 Maret nanti,” ujar Ridwan Hadi usai rapat pleno tersebut.

Hasil perolehan suara yang ditetapkan KIP Aceh, telah memberi informasi yang cukup jelas, siapa sebenarnya pemenang dalam kontestasi Pilkada Aceh 2017.

Ya, Irwandi Yusuf orangnya. Bersama Nova Iriansyah, keduanya dipastikan akan menakhodai Pemerintah Aceh lima tahun ke depan. Namun, masyarakat Aceh tetap harus menunggu pengesahan pasangan calon terpilih oleh KIP Aceh dan pelantikan atau pengambilan sumpah oleh Presiden atau Mendagri.

Di jagad media sosial, berbagai ucapan selamat mulai berseleweran usai rapat pleno tersebut, bahkan sejumlah orang mengunggah foto Irwandi Yusuf-Nova Iriasnyah dengan balutan seragam serba putih (seragam pelantikan). “Selamat Pak Irwandi-Yusuf dan Pak Nova Iriansyah telah terpilih sebagai gubernur/wakil gubernur Aceh,” demikian antara lain tulisan yang dibubuhkan oleh banyak pengguna akun media sosial pada keterangan foto tersebut.

Berjiwa Besar

Dalam sebuah pertarungan atau pertandingan, pasti akan ada yang menang dan ada pula yang kalah. Satu hal yang patut disyukuri dalam gelaran Pilkada Aceh kali ini adalah, hadirnya para kontestan yang benar-benar mengedepankan sikpa sportif mereka. Mereka adalah para petarung politik yang berjiwa besar, menerima apapun hasil yang telah ditetapkan oleh KIP Aceh.

Usai rapat pleno yang digelar KIP Sabtu (25/2/2017) lalu, Serambi menghubungi beberapa calon lainnya. Tarmizi Karim misalnya, calon gubernur yang diusung NasDem, Golkar, PPP, PKPI, dan Hanura ini, tak mempersoalkan hasil pemilihan gubernur/wakil gubernur Aceh yang telah diumumkan KIP Aceh. Ia juga mengaku menerima keputusan yang telah ditetapkan itu.

“Sesuai dengan apa yang sudah diputuskan KIP Aceh, saya kira kita menerimanya dengan baik,” kata Tarmizi Karim saat diwawancarai Serambi, Minggu (26/2/2017) siang. Ia juga mengatatakan, akan mengucapkan selamat kepada calon terpilih jika sudah ada penetapan secara resmi. “Siapa saja yang terpilih saya rasa tidak soal. Jika nanti sudah ada pengumuman resmi dari pemerintah, maka dengan kebesaran hati kita ucapkan selamat,” ujarnya.

Begitu juga dengan Zakaria Saman atau yang akrab disapa Apa Karya. Calon gubernur nomor urut dua ini bahkan mengaku telah mengucapkan selamat kepada Irwandi Yusuf. Ucapan selamat itu disampaikan Apa Karya melalui Darwati A Gani yang tak lain adalah istri dari Irwandi Yusuf.

“Kalheuh loen ucap baroe, kalhueh loen telepon Irwandi. Bu Darwati yang angkat, loen peugah aju yue peutroh bak Irwandi siat, selamat kajeut keu gubernur. Loen telepon Irwandi hana aktif HP, maka loen telepon Bu Dar aju,” kata Apa Karya saat diwawancarai Serambi, Minggu (26/2/2017).

Mantan menteri pertahanan GAM ini juga meminta kepada semua pihak untuk terus menjaga perdamian yang telah terwujud di Aceh. “Tameulakei gubernur yang ka teupileh beu diterimong le rakyat beuna izin bak Allah Swt. Menyoe nyan hana, uroe nyoe dilantik singoh dilantak. Makajih loen peugah, itikeud geutanyoe beugleh,” sebut Apa Karya.

Soal keputusan KIP Aceh terkait rekapitulasi hasli penghitungan suara yang telah dimumkan, Apa Karya juga tak mempersoalkannya, “Masalah keputusan KIP, hai ka dikhok palee ya tateurimong, adak hana dikhok pih loen teurimong,” pungkas Apa Karya.

Cagub Aceh nomor urut 3, Dr Ir Abdullah Puteh MSi, bahkan sejak awal sudah mengucapkan selamat kepada Irwandi Yusuf. Menurut Puteh, sehari menjelang pencoblosan (15 Februari 2017), ia juga menelepon Irwandi Yusuf dan mengucapkan selamat kepada Irwandi. “Pada saat itu Pak Irwandi sampai kaget karena saya ucapkan selamat justru pada saat pencoblosan belum dimulai. Tapi setelah saya kemukakan alasan saya, Irwandi akhirnya berucap terima kasih,” kata Abdullah Puteh.

Sementara Zaini Abdullah juga mengatakan hal yang sama, ia menerima hasil pilkada, dan dalam waktu dekat akan sampaikan selamat kepada pemenang Pilkada 2017. Doto–panggilan akrab Zaini Abdullah–berencana bertemu Irwandi untuk menyampaikan selamat dan mendiskusikan masalah Aceh ke depan.

“Sebagai kepala daerah maupun pasangan calon gubernur yang ikut pilkada, kami telah menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan KIP Aceh pada sidang pleno di DPRA yang menang pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah,” kata Abu Doto kepada Serambi di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Minggu (26/2/2017) pagi.

Satu Meja Makan

Penampilan tak biasa dipertontonkan oleh dua calon gubernur Aceh yang bersaing ketat pada Pilkada Aceh 2017, yaitu Irwandi Yusuf dan Muzakir Manaf. Keduanya makan bersama dalam satu meja makan, di sebuah rumah di kawasan Gampong Pineung, Banda Aceh, Rabu (22/2/2017).

Dalam pertemuan itu, Serambi mencatat, keduanya sepakat untuk menyerahkan sepenuhnya keputusan hasil Pilkada 2017 kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh. “Kita hormati apapun keputusan KIP. Apa yang diputuskan oleh mereka, kita tetap setuju,” ucap Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh (PA) ini.

Irwandi Yusuf dan Muzakir Manaf, adalah dua calon gubenur Aceh yang bersaing ketat pada Pilkada Aceh, bahkan hasil akhir perolehan suara menunjukkan kedua orang ini menempati posisi dua besar. Dua mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini mempunyai massa yang setia, fanatik, dan siap komando.

Tak ayal, selama tahapan pilkada, banyak kalangan menduga akan ada gesekan-gesekan kuat dari massa dua calon ini. Namun siapa sangka, pertemuan itu benar-benar membawa sejuk masyarakat Aceh, keduanya mengaku menerima apa saja hasil keputusan KIP Aceh dan siap bersama-sama membangun Aceh yang lebih baik lagi ke depan.

Berlangsung Aman

Pelaksanaan pilkada Aceh tahun 2017, mendapat perhatian khusus dari pusat. Bahkan, Polda Aceh dengan Mabes Polri mendatangkan sekitar 1.900 pasukan Brimob BKO ke Aceh, mereka ditugaskan untuk mengawal keamanan di Aceh dari 20 Januari hingga 20 Maret. Kekhawatiran akan terjadinya gesekan antar masa pendukung, menjadi alasan bagi Pemerintah Pusat untuk mengawal ketat pelaksanaan pilkda di Aceh.

Namun, pelaksanaan pilkada di Aceh berlangsung aman tanpa insiden seperti yang pernah terjadi pada Pilkada 2012 silam. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan pilkada di Aceh berlangsung cukup aman, tanpa ada insiden berarti.

“Puji syukur kepada Allah Swt, karena dari Sabang sampai Merauke, pilkada berlangsung aman tanpa insiden yang berarti,” ujar Tito saat akan memberi kuliah umum di AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Selasa (20/2/2017).

Menurutnya, sejak awal pihak kepolisian sangat fokus terhadap tiga provinsi yang melaksanakan pilkada serentak, yaitu Jakarta, Papua, dan Aceh. Ketiga provinsi ini mendapat perhatian khusus pihak Polri, karena ditengarai ada potensi konflik dan kerawanan selama tahapan pilkada. “Tapi alhamdulillah ketiganya aman, termasuk Aceh,” ujar Tito.

Kapolri menyebutkan, Pilkada Aceh kali ini jauh berbeda dengan sebelumnya. “Ini pemilu paling aman dibandingkan sebelumnya. Momentum ini harus kita pertahankan, ini menunjukkan masyarakat Aceh sudah pandai dalam berdemokrasi,” tandasnya. (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id