Kemungkinan April atau Juni | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kemungkinan April atau Juni

Kemungkinan April atau Juni
Foto Kemungkinan April atau Juni

* Tunggu SK dari Dirjen Otda

BANDA ACEH – Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan gubernur dan wakil gubernur Aceh yang terpilih dalam Pilkada 2017 akan dilakukan antara April atau Juni mendatang.

Kalau merujuk isi Pasal 69 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), pelantikan gubernur dan wakil gubernur akan dilakukan pada 25 Juni 2017 dalam Sidang Paripurna DPRA. Tapi ada wacana dari pusat, pelantikannya dilakukan serentak di Istana Presiden Jakarta pada April 2017, dengan lima gubernur dan wakil gubernur lain yang telah melaksanakan pemungutan suara serentak, pada 15 Februari 2017.

Kepala Biro Tata Pemerintah Setda Aceh, Drs HM Ali Alfata MM yang dimintai penjelasannya mengenai jadwal pelantikan dan pengambilan sumpah gubernur terpilih Senin (27/2) kepada Serambi mengatakan, kalau mengacu isi Pasal 69 UUPA, itu berarti dilakukan oleh Mendagri atas nama Presiden di hadapan Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh dalam Sidang Paripurna DPRA.

“Itu artinya, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan gubernur dan wakil gubernur terpilih hasil Pilkada 2017 Aceh dilakukan dalam Sidang Paripurna DPRA, setelah masa tugas gubernur dan wakil gubernur sebelumnya berakhir,” kata M Ali Alfata.

Ali mengatakan, memang ada wacana dari pemerintah pusat, pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih pilkada serentak gelombang ke II yang telah dilaksanakan dan berjalan secara aman, damai, demokratis, pada tanggal 15 Februari 2017 lalu, akan dilakukan di Istana Negara oleh Presiden RI, Joko Widodo, pada bulan April 2017. Ada tujuh provinsi yang melaksanakan pilgub serentak pada 15 Februari 2017, yaitu Aceh, DKI Jakarta, Bangka Belitung, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.

Kalau mengikuti wacana dari pusat tadi, pelantikan gubernur terpilih Aceh, akan dilakukan pada bulan April 2017. Tapi jika mengikuti isi pasal 69 UUPA Nomor 11 tahun 2006, pelantikan gubernur dan wakil gubernur baru Aceh yang terpilih dalam pemungutan suara serentak, 15 Februari 2017 lalu, yang menang adalah pasangan nomor 6, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah, baru akan dilakukan 25 Juni 2017 mendatang, tepat pada masa akhir jabatan gubernur dan wakil gubernur lama, dr Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf, lima tahun pas.

Kalau dilantik pada bulan April, kata Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekda Aceh, Ali Al Fata, masa kerja gubernur yang sekarang bersama wakilnya, baru berjalan 4 tahun sepuluh bulan. Sedangkan masa tugas gubernur dan wakil gubernur dalam UUPA dan UU Pilkada harus pas lima tahun atau 60 bulan. Apakah Gubernur Aceh, Zaini Abdullah bersama wakilnya Muzakir Manaf bersedia diberhentikan sebelum masa kerja tugasnya pas habis lima tahun, kendati hak-hak keuangannya berupa gaji dan tunjangan dibayar sampai bulan ke 60.

Kemudian, lanjut Ali Al Fata, apakah DPRA mau menerima prilaku itu. Mereka nanti tidak mengecam pusat, tindakan pusat telah mengangkangi isi pasal 69 UUPA nomor 11 tahun 2006.

Terkait masalah itu, Dirjen Otda Kemendagri, Soni Soemarsono, dikabarkan, kata Ali Al Fata, akan mengeluarkan SK tentang hal tersebut dan pada hari Senin (6/3) mendatang, akan berkunjung ke Aceh untuk menjelaskan wacana pemerintah pusat yang akan melantik gubernur dan wakil gubernur terpilih yang telah melaksanakan pilkada serentak 15 Februari 2017 lalu, di Jakarta secara serentak bulan April 2017 mendatang.

Lebih jauh, Ali Al Fata menjelaskan, sebelum masuk kepada jadual pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan gubernur dan wakil gubernur terpilih, jika mengacu kepada isi pasal 69 UUPA tadi, masih ada dua tahapan lagi yang harus dilakukan KIP Aceh.

Pertama, menyerahkan hasil pemilihan oleh KIP Aceh kepada DPRA dan untuk selanjutkan diteruskan kepada presiden. Kedua, pengesahan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dilakukan oleh Presiden.

Untuk tahap penyerahan hasil pemilih oleh KIP Aceh kepada DPRA, sampai kini belum dilakukan, kendati perhitungan atau rekapitulasi hasil pemungutan suara gubernur dan wakil gubernurnya telah dilakukan KIP Aceh dalam sidang plenonya hari Sabtu (25/2) lalu.

Dari enam pasang calon yang ikut pilkada gubernur, pasangan calon nomor 6 (Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah) meraih suara terbanyak, 898.710 suara.

Tempat kedua pasangan nomor 5 Muzakir Manaf-T A Khalid sebanyak 766.427 suara, tempat ketiga pasangan nomor 1, Tarmizi A Karim- Macksalmina Ali, meraih 406.865 suara, tempat keempat pasangan nomor 4, H Zaini Abdullah dan Nasaruddin sebanyak 167.910 suara, tempat kelima pasangan nomor 2, Zakaria Saman-T Alaidinsyah sebanyak 132.981 suara, sedangan tempat keenam, pasangan nomor 3, Abdullah Puteh-Said Mustafa Usab sebanyak 41.908 suara. (her) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id