Karyawan PT Nafasindo Diculik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Karyawan PT Nafasindo Diculik

Karyawan PT Nafasindo Diculik
Foto Karyawan PT Nafasindo Diculik

* Tebusan Diminta Rp 100 Juta

SINGKIL – Warga Pea Jambu, Singkohor, Aceh Singkil, Selan (30) dilaporkan diculik oleh orang yang belum teridentifikasi, Rabu (22/2) lalu. Korban yang diketahui bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Nafasindo itu, hilang dalam perjalanan pulang naik sepeda motor dari Rimo, Gunung Meriah, menuju rumahnya di Pea Jambu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi, Senin (27/2), pada hari kejadian sebelum hilang korban ditelepon oleh seseorang yang mengajaknya bertemu di salah satu rumah makan di Rimo.

Saat tengah hari itu ia pulang mengendarai sepeda motor Supra X 125 BL 5949 RE. Namun, hingga hari berganti malam Selan tak jua sampai ke rumahnya. Sepeda motor yang dikendarainya bahkan ikut raib entah ke mana. “Sudah enam hari hilang, pencarian sudah dilakukan ke mana-mana. Termasuk sudah dilapor ke polisi, tapi belum juga ditemukan,” kata Sudirman, saudara korban.

Keluarga korban yakin Selan diculik, setelah dihubungi oleh seseorang melalui pesan singkat (sms) yang mengaku sebagai penculik ayah dua anak itu. Dalam komunikasi via sms, pelaku meminta uang tebusan Rp 100 juta, lalu beberapa hari kemudian tarifnya diturunkan jadi Rp 20 juta. “Minta tebusan hari pertama Rabu lalu 100 juta rupiah, namun pada Jumat kemarin mintanya cukup 20 juta rupiah saja,” sebut Sudirman.

Pelaku yang meminta tebusan tersebut hanya berkomunikasi melalui sms. Saat ditelepon, ia tak pernah mau mengangkat telepon. Belakangan, saat menghubungi keluarga korban, pelaku tidak lagi menggunakan nomor yang selama ini biasa digunakan. Ia justru mulai memakai nomor telepon Selan, korbannya.

Saat komunikasi terakhir, Jumat (24/2) lalu, Selan menelepon ingin bicara dengan anaknya. Suara suami dari Yusnidar itu terdengar serak. Namun, dalam percakapan singkat dengan anaknya, Selan tidak menyebutkan lokasi ia berada, tapi malah meminta keluarganya agar tidak lagi mencari dirinya.

“Jumat beliau ada menghubungi dan ingin bicara dengan anaknya. Suaranya berat, macam sedang kena cekik. Beliau juga minta agar tidak usah dicari lagi,” ujar Sudirman.

Keluarga berharap Selan segera ditemukan dalam keadaan selamat. Pihak keluarga sudah melakukan pencarian di kawasan perjalanan yang dilalui korban. Termasuk menyisir perkebunan kelapa sawit Nafasindo tempat ia bekerja. Tapi sayangnya, usaha itu belum membuahkan hasil.

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian, membenarkan pihaknya telah menerima laporan tentang hilangnya karyawan perkebunan tersebut. Polisi, menurutnya, sedang melakukan pencarian. “Polsek Singkohor yang menangani kasus ini sedang menelusuri keberadaan korban,” demikian Kapolres Aceh Singkil. (de) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id