Massa Kembali Demo Kantor Bupati Bireuen | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Massa Kembali Demo Kantor Bupati Bireuen

Massa Kembali Demo Kantor Bupati Bireuen
Foto Massa Kembali Demo Kantor Bupati Bireuen

* Desak Usut Tuntas Dugaan Politik Uang

BIREUEN – Massa yang bergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Pemuda Bireuen, Senin (27/2) kemarin, melakukan aksi demonstrasi ke kantor Bupati Bireuen. Mereka menuntut Pemkab Bireuen mengusut tuntas dugaan money politic (politik uang) yang dilakukan salah satu pasangan calon (paslon) yang ikut dalam Pilkada Bireuen 2017.

Pantauan Serambi, massa yang datang dari berbagai pelosok Bireuen mulai memadati areal kantor bupati sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka menumpangi mobil bak terbuka, mini bus, dan sepeda motor. Massa awalnya tertahan di pintu masuk kantor pusat pemerintahan setempat, yang dijaga ketat oleh aparat keamanan berseragam dan senjata lengkap bersama Satpol PP.

Setelah dilakukan negosiasi dengan Kasat Binmas Polres Bireuen AKP Darmansyah dan Kasubbag Humas Ipda Hendri Yunan, akhirnya massa diperbolehkan masuk ke pekarangan kantor bupati dengan tertib dan tenang. Sementara para orator secara bergantian menyampaikan orasinya di kantor pemerintah setempat.

Massa meminta Pemkab Bireuen untuk mengawal proses penegakan hukum di Bireuen. Para orator mengatakan, praktik money politics yang dilakukan tim salah satu pasangan calon, secara terang-terangan dan besar-besaran dengan struktur dan strategi yang massif, adalah perbuatan melanggar hukum. Mereka meminta Pemkab Bireuen untuk menyampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri di Jakarta secara tertulis terkait kondisi Bireuen saat ini pascapilkada.

“Kami menginginkan pemimpin Bireuen yang jujur, amanah, sehat rohani dan jasmani, dan tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum untuk mendapatkan kekuasaan,” kata Ridwan Abdullah, koordinator aksi.

Ia meminta aparat penegak hukum, baik panwaslih, kepolisian, kejaksaan dan pengadilan, agar proaktif, cepat, transparan dan bebas dari kepentingan apapun untuk menindak siapapun yang melanggar aturan hukum yang berlaku.

Setelah satu jam lebih demonstran berorasi, sekitar pukul 12.30 WIB Bupati Bireuen Ruslan M Daud tiba di kantornya. Namun bupati bersama Kapolres Bireuen AKBP Heru Novianto SIK dan Wakapolres Kompol Siswara Ade Candra tidak langsung menemui massa. Mereka berembuk di ruang kerja bupati. Sementara massa terus berorasi di halaman depan lobi kantor bupati.

Setelah shalat zuhur, Bupati bersama Kapolres, Wakapolres dan Kasie Pidum Kejaksaan Negeri Bireuen, menemui massa. “Silakan tuntut keadilan itu hak rakyat, tapi harus tenang, damai, dan tidak boleh anarkis. Kami akan menyampaikan aspirasi masyarakat Bireuen sesuai dengan tupoksi kami, masalah hukum biarlah aparat penegak hukum yang akan menindaklanjutinya, ini negara hukum dan kita percaya kepada aparat penegak hukum, mari kita taati hukum,” kata Bupati Bireuen Ruslan M Daud yang didampingi Kapolres Bireuen AKBP Heru Novianto dan Edwardo Kasie Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Bireuen.

“Kami dari kejaksaan juga akan terus bekerja semaksimal mungkin untuk mengusut kasus dugaan money politics di Bireuen. Percayakan kepada kami, kami sedang mengumpulkan bukti-bukti dan akan kami bawa ke persidangan,” janji Edwardo.

Begitu juga Kapolres berjanji akan mengusut tuntas dugaan politik uang yang dilakukan oleh paslon tersebut. “Saat ini sudah ada tiga laporan dugaan money politics yang sedang kami lakukan penyelidikan, masyarakat jangan panik dan jangan khawatir, kami bersama kejaksaan akan tetap memproses secara hukum yang berlaku,” tegas kapolres.

Sekitar pukul 14.30 WIB, massa yang terdiri atas kaum ibu, pemuda, dan bapak-bapak, meninggalkan kantor bupati dengan tertib.(c38) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id