Warga Cot Mee Duduki Kebun Sawit | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Warga Cot Mee Duduki Kebun Sawit

Warga Cot Mee Duduki Kebun Sawit
Foto Warga Cot Mee Duduki Kebun Sawit

* Beredar Kabar Lahan Warga Diserobot

SUKA MAKMUE – Puluhan warga Desa Cot Mee, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Senin (27/2) menduduki kebun sawit di dalam desa mereka. Aksi warga ini dipicu kabar bahwa lahan milik desa setempat telah ditempati kembali pekerja dari sebuah perusahaan perkebunan.

Informasi yang diperoleh wartawan ketika didatangi warga, sejumlah pekerja dari perusahaan perkebunan yang tengah membangun jembatan untuk mengangkut sawit langsung melarikan diri. Petugas kepolisian yang mengetahui adanya aksi warga ini segera mendatangi lokasi kejadian untuk menghindari bentrokan.

“Warga terpaksa menduduki lahan karena lahan desa yang telah ditetapkan seluas 400 hektare kembali diganggu oleh pekerja, sehingga kami beramai-ramai datang ke lokasi,” kata Musilan, warga Cot Mee, Tadu Raya kepada Serambi kemarin.

Menurutnya, warga tidak akan pindah dari lokasi lahan yang diduduki yang selama ini telah ditetapkan menjadi lahan desa setelah beberapa bulan lalu diukur ulang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nagan Raya. Muslian juga menegaskan, masyarakat tetap akan menjaga lahan mereka yang selama ini telah ditanami sawit.

Selama ini lahan tersebut kerap diklaim sebagai lahan perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU). “Ini sudah jelas kalau lahan tersebut masuk dalam Desa Cot Mee, Tadu Raya. Kalau ada pihak-pihak yang mencoba mengganggu tanah masyarakat, kami tetap akan berjuang mempertanahkannya,” tegas Musilan.

Sementara itu Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi SH MH menegaskan pihaknya meminta persoalan sengketa tanah yang terjadi antara warga dengan sebuah perusahaan perkebunan di kawasan Cot Mee, Tadu Raya, secepatnya selesai. “Kalau tanah tersebut jelas tanah warga, kenapa harus diganggu. Baiknya jangan mengganggu masyarakat,” kata Kapolres. Ia mengatakan apabila ada persoalan antara warga dengan perusahaan perkebunan dapat diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai solusi terbaik bagi kedua belah pihak.(edi) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id