Pejabat Agara Resah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pejabat Agara Resah

  • Reporter:
  • Selasa, Februari 28, 2017
Pejabat Agara Resah
Foto Pejabat Agara Resah

* Bupati Minta Tetap Tenang

KUTACANE – Para pejabat Pemkab Aceh Tenggara (Agara), mulai dari kepala SKPK, kabag, kasi, bahkan staf mulai resah seusai Pilkada 15 Februari 2017 usai. Apalagi, calon bupati dan wakil bupati yang meraih suara terbanyak sudah diumumkan oleh KIP Agara beberapa waktu lalu.

Keresahan itu dimulai dari beredarnya isu mutasi di dunia maya, terutama jejaring sosial Facebook, walau kebenarannya masih perlu dipertanyakan. Menanggapi hal itu, Bupati Aceh Tenggara, Ir H Hasanuddin B MM kepada Serambi, Senin (27/2) menegaskan seluruh PNS harus bekerja seperti biasa dalam melayani masyarakat.

Disebutkan, Pilkada Bupati Agara sudah berakhir dan sudah ada yang akan menjadi pemenang sesuai pilihan rakyat dan yang kalah juga sudah menerima dengan ikhlas dan berlapang dada. “Para kepala dinas, kabag, kasi dan staf harus tetap bekerja seperti biasa dan tidak perlu risau hingga masa kerja saya berakhir September 2017,” tegasnya.

Hasanuddin menyatakan para abdi negara ini harus tetap menunjukkan kinerja yang baik sebagai pelayan rakyat, terutama bidang administrasi dan bidang pelayanan lainnya. Hasanuddin juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga hubungan silaturahmi dan hilangkan perbedaan, karena siapapun yang memimpin, maka yang dipimpinnya adalah seluruh rakyat Agara.

Sedangkan salah seorang pejabat Agara, yang enggan disebutkan namanya mengakui mulai adanya keresahan di kalangan pejabat, karena peraih suara terbanyak Pilkada bupati/wabup Agara sudah diumumkan. Tetapi, dia berharap tidak ada lagi isu-isu yang meresahkan di Facebook, seperti mutasi kepala dinas hingga kepala seksi.

Dia menyatakan isu tersebut akan mempengaruhi kinerja pemerintahan dan hubungan silaturahmi. “Jabatan itu hanya amanah yang dipercayakan kepada kita dan hak pimpinan mengangkat dan memberhentikan,” ujarnya. Dia mengakui penilaian kinerja seseorang adalah pimpinan, bukan orang lain yang terus gencar membahas mutasi di akun-akun jejaring sosial.

Menurut dia, isu itu akan menimbulkan masalah dan terkesan mulai munculnya kelompok-kelompok kecil di masyarakat. “Pesta demokrasi sudah usai, baik memilih bupati maupun gubernur, sehingga tidak ada lagi perbedaan, karena siapapun bupati Agara maupun gubernur Aceh, kita sama-sama memiliki pemimpin yang sama,” ujarnya.

Sebelumnya, calon bupati Agara peraih suara terbanyak, Raidin Pinim meminta seluruh PNS di jajaran Pemkab Agara dan kepala desa agar tetap tenang. Dia berharap roda pemerintahan tetap berjalan seperti biasanya, termasuk ujung tombak pemerintahan, kepala desa.

“Jangan terpancing dengan isu-isu di media sosial, tetapi bekerja saja seperti biasa, karena saya bersama Bukhari akan memiliki penilaian tersendiri,” jelasnya kepada Serambi, Sabtu (24/2). Dia menjelaskan PNS yang terlibat dalam Pilkada, maka telah melanggar surat edran Menpan RI.

Raidin Bukhari meminta seluruh kepala desa agar tetap beraktivitas seperti biasa. Tetapi, sebutnya, pengelolaan dana desa harus baik dan bersih dari korupsi dan kalau terbukti diselewenangkan, maka akan ada risikonya.

“Jangan ada lagi fitnah, provokasi, karena hal itu akan menimbulkan perpecahan, apalagi Pilkada sudah berakhir dan mari kita bersama-sama bersatu membangun negeri ini,” ujarnya.(as) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id