Fatar Gugat KIP Aceh Utara ke MK | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Fatar Gugat KIP Aceh Utara ke MK

Fatar Gugat KIP Aceh Utara ke MK
Foto Fatar Gugat KIP Aceh Utara ke MK

LHOKSUKON – Pasangan Fakhrurrazi H Cut/Mukhtar Daud (Fatar) yang merupakan calon bupati/wakil bupati Aceh Utara nomor urut 4 menggugat Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara ke Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Senin (27/2). Permohonan gugatan terhadap perselisihan hasil pemilihan bupati/wakil bupati Aceh Utara itu didaftarkan langsung Fakhrurrazi H Cut yang diterima Panitera Kasianur Sidauruk pada pukul 14.09 WIB.

Fakhrurrazi mendaftarkan berkas tersebut didampingi sejumlah saksi dan tim pemenangan. “Kita mendaftarkan gugatan atas perselisihan ke MK, karena ada prosedur dalam tahapan pilkada yang tidak dilaksanakan oleh KIP Aceh Utara. Karena itu kita menempuh jalur hukum dengan menggugat,” ujar Fakhrurrazi.

Disebutkan, tahapan pilkada yang tak dilaksanakan sesuai prosedur adalah tidak ditempelkannnya form C1 di lokasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat selama tujuh hari, sehingga masyarakat tidak tak bisa mengakses informasi tersebut. Padahal, dalam aturan form tersebut harus ditempelkan untuk memudahkan masyarakat mendapat informasi.

Selain itu juga ada salah satu lokasi, dimana hasil penghitungan suara dimenangkan oleh salah satu kandidat. “Menurut kami, tidak mungkin terjadi hasil penghitungan suara dimenangkan oleh salah satu calon sampai 100 persen, kalau tidak ada kecurangan,” kata Fakhrurrazi. Namun, Fakhrurrazi tidak menyebutkan desa atau Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebut.

“Tahapan selanjutnya setelah permohonan diterima, kita akan melampirkan sejumlah bukti-bukti yang kita miliki nantinya. Selanjutnya, kita akan mencari kuasa hukum untuk menghadapi proses sidang nantinya. Saya dapat informasi sidang perdana akan dimulai pada 3 Maret mendatang,” katanya.

Sementara itu saksi paslon Fatar, Hidayatuddin kepada Serambi kemarin menyebutkan, dirinya juga hadir ke MK saat proses pengajuan permohonan sengketa ke MK. “Kita sudah minta kepada KIP sebelumnya untuk menjelaskan tahapannya, tapi tidak diberikan penjelasan kepada kita. Kami meminta nantinya kepada MK untuk diadakan pemungutan suara ulang, bukan pilkada ulang,” kata Hidayatuddin.

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara, Jufri Sulaiman yang dihubungi Serambi kemarin menyebutkan, dirinya belum menerima informasi terkait ada pengajuan permohonan perselisihan pilkada ke MK. Namun, kata Jufri, biasanya kalau permohonan sudah diterima resmi oleh MK, dapat dilihat di website dan juga MK akan menyuratinya.

“Kami siap menghadapi gugatan tersebut nantinya di MK. Kami juga akan mempersiapkan bukti-bukti yang kami miliki untuk menghadapi materi gugatan, karena proses dan tahapan pilkada yang dilaksanakan sudah sesuai dengan ketentuan,” ujar Jufri. (jaf) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id