Awas, Serangan Demam Berdarah! | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Awas, Serangan Demam Berdarah!

Awas, Serangan Demam Berdarah!
Foto Awas, Serangan Demam Berdarah!

Dalam 60 hari terakhir, ada 121 warga Kota Banda Aceh yang terkena serangan demam berdarah dengue (DBD). Akibat serangan penyakit yang bisa menular itu, satu orang dilaporkan meninggal, sepanjang Januari hingga Februari 2017. Dan, pemerintah sudah menyatakan, saat ini jangkitan DBD itu berkategori kasus luar biasa (KLB).

Pejabat dinas kesehatan kota pun mengaku sudah melakukan berbagai upaya penanggulangan dan pencegahan. Mulai sosialisasi tentang sedang adanya jangkitan BDB, hingga menciptakan kebiasaan di masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.

“Intinya semua kembali ke pola hidup masyarakat yang menjaga kebersihan, melakukan pemberantasan sarang nyamuk di rumah sendiri sampai kepada hal-hal membersihkan genangan air dari tumpukan barang atau sampah,” ujarnya.

SEdangkan tindakan pengasapan atau fogging dinilainya tidak menyelesaikan permasalahan DBD. Karena, tindakan fogging hanya memberantas nyamuk dewasa, bukan pemberantasan jentik nyamuk yang hidup dan berkembang biar di genangan air. “Namun, fogging tetap bisa dilakukan untuk mengantisipasi kasus-kasus di sekitar tempat itu,” kata sang pejabat.

Ya, pertama kita ingin mengingatkan masyarakat agar mematuhi larangan serta mengikuti anjuran pemerintah dalam upaya mencegah serta menanggulangi serangan demam berdarah ini. Sebab, sesungguhnya penyakit itu akan lebih efektif dicegah dengan berbudaya hidup bersih seperti selalu dianjurkan pejabat-pejabat dinas atau ahli kesehatan dan lingkungan.

Kemudian, masyarakat uga perlu tahu bahwa untuk Aceh, dalam beberapa tahun terakhir ini, serangan DBD memang acap berkembang di awal tahun. Pada 2016, intensitas serangan DBD juga tergolong tinggi pada sekitar bulan Februari hingga Maret. Akan tetapi, kewaspadaan kita semua terhadap serangan DBD itu harus setiap waktu.

Bagaimana kita mewaspadai serangan DBD? Ya, carangan antara lain, dengan tidak membiarkan lingkungan kita menjadi tempat yang kondusif bagi perindukan nyamuk Aedes. DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan penularannya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Gigitan itu menyebabkan gangguan pada pembuluh dan sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan terjadinya pendarahan.

DBD banyak ditemukan di daerah tropis yang memiliki tingkat curah hujan tinggi karena nyamuk ini berkembang biak di daerah yang tergenang air.

Ciri-ciri seseorang terserang DBD adalah mendadak demam selama dua sampai tujuh hari dengan suhu badan 38 sampai 40 derajat Celsius serta diikuti gejala yang lain. Di antaranya, sakit kepala, rasa nyeri pada mata, nyeri otot, nyeri tulang, dan timbul bercak merah di kulit (ruam). Itulah gejala awal yang dapat dirasa dan dilihat.

Oleh sebab itu, jika kapanpun merasakan gejala demikian, maka jangan anggap remeh. Akan tetapi segera periksa ke dokter. Sebab, serangan DBD yang terlambat tertangani bisa berakibat fatal, yak kematian. Maka, berhati-hatilah. (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id