Kota Banda Aceh KLB DBD | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kota Banda Aceh KLB DBD

Kota Banda Aceh KLB DBD
Foto Kota Banda Aceh KLB DBD

* Januari-Februari 121 Kasus

BANDA ACEH – Mulai Januari hingga Februari 2017, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Banda Aceh telah mencapai 121 kasus dan satu orang warga Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, dilaporkan telah meninggal dunia.

Melihat peningkatkan kasus DBD yang terjadi di Kota Banda Aceh selama dua bulan terakhir ini, dibanding tahun 2016 lalu yang hanya 12 kasus DBD, sehingga Banda Aceh masuk kategori kejadian luar biasa (KLB).

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Banda Aceh, dr Warqah Helmi, yang dihubungi Serambi, Minggu (26/2). Disebutkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya penanggulangan dan pencegahan, mulai sosialisasi serta untuk menciptakan kebiasaan di masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.

“Intinya semua kembali ke pola hidup masyarakat yang menjaga kebersihan, melakukan pemberantasan sarang nyamuk di rumah sendiri sampai kepada hal-hal membersihkan genangan air dari tumpukan barang atau sampah,” ujarnya.

Ia menyebutkan tindakan pengasapan atau fogging, tidak menyelesaikan permasalahan DBD. Karena, tindakan fogging hanya memberantas nyamuk dewasa, bukan pemberantasan jentik nyamuk yang hidup dan berkembang biar di genangan air. “Langkah fogging tetap bisa dilakukan untuk mengantisipasi kasus-kasus di sekitar tempat itu,”sebutnya.

Kadinkes Kota Banda Aceh ini juga menjelaskan, kasus DBD dari tahun ke tahun trennya hampir sama dan gejala bangkitnya penyakit demam berdarah itu terjadi setelah melewati musim penghujan di Oktober, November sampai Desember.

Pada bagin lain dr Warqah menambahkan, diantara sebaran kasus DBD di Kota Banda Aceh yaitu, Kecamatan Baiturrahman 13 kasus, Meuraxa 15 kasus, Syiah Kuala 15 kasus dan Kecamatan Alam 11 kasus. Selebihnya kasus itu terjadi di beberapa kecamatan lainnya. “Dari 121 kasus DBD tersebut, terjadi pada Januari 81 kasus plus pada Februari 40 kasus,” sebut Warqah.

Sedangkan untuk mencegah DBD kata Warqah, warga dapat melakukan tiga langkah ini, yakni 3M plus, yakni menguras dan menyikat bak penampungan air. Lalu menutup rapat-rapat tempat penampungan air serta mendaur ulang barang-barang bekas. “Itu masuk 3M. Lalu plusnya, mengganti air pot membuang sampah plastik botol, kaleng di tempat-tempat pembuangan sampah yang tertutup, menanam tanaman anti nyamuk lavender, bunga selasih, dan bungan tagete patula atau bunga tahi ayam serta memasang kelambu saat tidur,” pungkas dr Warqah Helmi.(mir). (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id