Galian C Ancam Irigasi Babahrot | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Galian C Ancam Irigasi Babahrot

Galian C Ancam Irigasi Babahrot
Foto Galian C Ancam Irigasi Babahrot

* Erosi Gerus Kebun Rakyat

BLANGPIDIE – Masyarakat pemilik kebun di Desa Pantee Rakyat, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memerotes aktifitas penambangan galian C di aliran Krueng Babahrot.

Penambangan tanpa izin itu mengakibatkan sebagian areal perkebunan rakyat hilang ditelan erosi akibat perpindahan aliran sungai. Selain itu aktifitas galian C tersebut juga mengancam saluran induk irigasi teknis Babahrot.

Pantauan Serambi aktifitas penambangan di aliran Krueng Babahrot arah Desa Pantee Cermin berlangsung secara besar-besaran dengan mengerahkan dua unit alat berat jenis axcavator (beko). Galian C (batu koral) hasil penambangan diangkut menggunakan puluhan truk untuk kebutuhan material penimbunan proyek badan Jalan 30 atau jalan lingkar Babahrot-Lama Tuha.

Sekretaris Desa Pantee Rakyat, Mustafa kepada Serambi, Minggu (25/2) menjelaskan, penambangan galian C di lokasi tebing sungai Desa Pantee Cermin merupakan lokasi sangat dilarang karena sangat mengancam keselamatan saluran induk irigasi teknis Babahrot di Desa Pantee Rakyat. ?Lokasi penambangan galian C secara besar-besaran itu hanya berjarak sekitar 300 meter dari bendungan intake irigasi teknis, dan hanya sekitar 100 meter dari saluran induk irigasi teknis Babahrot,@ kata Mustafa.

Ia menjelaskan masyarakat memprotes karena selain lokasi penambangan berdekatan dengan saluran induk irigasi, kegiatan penambangan juga dilakukan dengan cara yang salah. Karena untuk memudahkan penambangan, sebagian aliran sungai Babahrot dibendung menggunakan beko, sehingga saluran sungai berpindah ke arah Desa Pantee Rakyat.

Perpindahan sebagian aliran sungai besar tersebut mengakibatkan areal perkebunan rakyat sepanjang tebing sungai diterjang erosi parah mulai dari Desa Pantee Rakyat sampai Desa Blang Raja.

?Kebun cokelat, sawit dan tanaman lainnya milik sejumlah warga di sepanjang tebing sungai runtuh dihantam erosi. Jarak saluran induk irigasi teknis dengan aliran sungai hanya tersisa sekitar 6 meter. Bila penambangan tidak dihentikan, sebagian aliran sungai segera masuk dalam saluran irigasi, sehingga kawasan Desa Blang Raja akan tengelam karena banjir,@ kata Mustafa.

Sekdes Pantee Rakyat Mustafa juga mengatakan masyarakat mendesak Pemkab Abdya dan aparat kepolisian untuk segera menghentikan kegiatan penambangan galian C di lokasi aliran sungai Babahrot arah Desa Pantee Cermin.

Sebab, dampaknya sangat buruk terhadap masyarakat pemilik kebun sepanjang tebing sungai arah Desa Pantee Rakyat sampai Desa Blang Raja. Dijelaskan, areal kebun masyarakat yang jatuh ke dalam sungai antara lain milik Anisman, Suhami, M Nasir, Jailani serta areal kebun kelapa sawit milik Desa Pantee Rakyat. Areal perkebunan milik masyarakat Desa Blang Raja juga mengalami nasib yang sama.

Masyarakat Pantee Rakyat empat hari lalu bersama warga pemilik kebun yang dihantam erosi, termasuk tuha peut Pantee Rakyat telah melancarkan protes ke lokasi penambangan untuk menghentikan kegiatan penambangan. Namun aktifitas penambangan tetap berlangsung, setelah lokasi berpindah ke bawah berjarak sekitar 100 meter dari lokasi pertama.(nun) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id