Gemas Demo KIP Abdya | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gemas Demo KIP Abdya

Gemas Demo KIP Abdya
Foto Gemas Demo KIP Abdya

* Tolak Hasil Pleno Pilkada

 BLANGPIDIE – Seratusan perempuan yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat (Gemas) berunjuk rasa di Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat Daya (Abdya), Jumat (24/2). Kedatangan massa dengan membawa belasan kertas karton dan spanduk yang berisikan penolakan hasil pleno KIP itu mendapat pengawalan ketat puluhan personel Polres dan Brimob.

Aksi massa berlangsung di luar perkarangan Kantor KIP Abdya karena pagar kantor terkunci dan Komisioner KIP Abdya tidak ada di kantor karena telah berangkat untuk mengikuti rapat pleno tingkat provinsi di Banda Aceh.  Koordinator Aksi, Ira Maya mengatakan alasan pihaknya hadir ke KIP Abdya untuk menolak hasil rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara yang dilakukan oleh KIP Abdya, karena suara yang direkap dinilai lahir dari hasil kenakalan, perselingkuhan dan kecurangan.

“Kami menolak hasil pleno KIP karena tidak ada sosialisasi pelipatan (kertas suara) hingga rusak,” kata Ira Maya kepada wartawan.

Menurutnya akibat tidak ada sosialisasi tata cara pelipatan suara itu, maka banyak masyarakat salah coblos pada 15 Februari lalu sehingga banyak suara rusak dan tidak sah.  “Kalau saya pribadi emang tidak ada (salah coblos), tapi pada hakikatnya yang kita tengok, kan tidak semua ibu-ibu itu cerdas, masih ada (pemilih) yang awam,” tegas tim pemenangan Muchlis-Hj Syamsinar ini.

Dalam kesempatan itu, Gemas menyampaikan enam tuntutan dan pernyataan sikap yang dibacakan oleh perwakilan Gemas. Yakni menolak rapat pleno yang dinilai ada praktik kecurangan, menilai telah terjadi praktik kecurangan yang sistematis dan terstruktur dan menolak hasil pilkada yang lahir dari praktik perlombaan dan perdagangan suara, sehingga merendahkan martabat dan merugikan masyarakat Abdya.

“Keempat, kami dengan dengan tegas menyatakan bahwa kelalaian oleh KIP Abdya adalah kesengajaan, karena pasca pencoplosan makin terang terlihat di tubuh KIP dimasuki oleh sosok yang memikul kepentingan politik peserta pilkada, sehingga dalam menjalankan fungsinya personel lembaga penyelenggara pilkada itu jauh dari harapan bertindak independen dan profesionalitas,” sebutnya.

Gemas juga menolak segala bentuk tidak profesionalitas KIP Abdya dan jajarannya dalam menjalankan tugas dan fungsinya karena tidak melakukan sosialisasi cara pencoplosan kepada pemilih di TPS.

Wakapolres Abdya Kompol Edy Bagus Sumantri SIK yang berada di lokasi meminta massa melancarkan aksi dengan damai, tanpa anarkis. Sebab kedatangan massa tidak mengantongi izin, meskipun sudah menyampaikan surat pemberitahuan. “Mereka baru melapor tadi (kemarin-red), seharusnya harus menyampaikan3x24 jam, sebelum melakukan aksi,” ujarnya. Setelah membacakan pernyataan sikap massa kemudian membuarkan diri dengan tertib.(c50) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id