Dua SPBU Tutup di Galus | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dua SPBU Tutup di Galus

Dua SPBU Tutup di Galus
Foto Dua SPBU Tutup di Galus

* Pengendara Serbu Kios Pengecer

BLANGKEJEREN ‑ Dua SPBU di Kabupaten Gayo Lues (Galus), Raklunung dan Pengkala yang  berada di seputaran Blangkejeren tutup, seiring kehabisan stok bensin dan solar pada Sabtu (25/2). Para pengendara terpaksa menyerbu kios pengencer yang juga memiliki stok terbatas dengan harga bensin Rp 9 ribu sampai Rp 10 ribu per liter.

Pantauan Serambi, Sabtu (25/2, kedua SPBU tidak beroperasi karena kehabisan stok, diduga diserbu pedagang pengecer yang membeli dengan drum atau jeriken besar, apalagi petugas SPBU lebih memprioritaskan agen pengecer yang datang menggunakan pikap atau beca mesin. Tetapi, sejumlah kios pengencer bensin juga tutup seusai diserbu pengendara.

“Stok BBM sering habis di SPBU Raklunung dan Pengkala dalam sebulan terakhir ini,” kata Sulaiman, salah seorang warga Blangkejeren, kemarin. Dia menyatakan kondisi SPBU semakin parah saat stok melimpah, karena sebagian besar dibeli pedagang pengecer, apalagi sudah antre terlebih dahulu di depan pompa bensin.

Demikian juga halnya yang diutarakan pengendara roda empat di Kutapanjang dan Blangkejeren. Mereka menyatakan SPBU sering tidak buka dalam sebulan terakhir ini, sehingga pedagang pengecer menaikkan harga untuk mencari keuntungan besar.

“Sejumlah pedagang pengecer BBM diduga mencari kesempatan dalam kesempitan untuk meraup keuntungan besar selama ini, apalagi tidak ada pengawasan dari pihak keamanan. Sejumlah sopir angkutan umum di Terminal Blangkejeren juga menyatakan hal yang sama, SPBU kerap tutup, akibat kehabisan stok seusai diserbu pedagang pengencer.

Sebelumnya, warga Blangkejeren dan sekitarnya meminta Pemkab Gayo Lues (Galus) mengeluarkan harga eceran tertinggi (HET) BBM, terutama bensin. Saat ini, harga eceran bensin bervariasi, antara Rp 8.000 sampai Rp 9.000 per liter, bahkan Rp 10.000/liter.

Sejumlah pengendara roda dua di Blangkejeren dan Kutapanjang, kepada Serambi, Selasa (31/1) menyatakan harga eceran masih mahal dibandingkan harga resmi pemerintah saat dibeli di SPBU. “Harga eceran tertinggi (HET) bensin harus dikeluarkan oleh pemkab, termasuk menertibkan pengecer ilegal,” ujar Edi, salah seorang warga Blangkejeren.

Menurut warga Blangjerango tersebut, selain harga eceran bensin tinggi, SPBU juga kerap tutup akibat kehabisan stok, terutama bensin. Mereka berharap, aparat penegak hukum harus kembali mengawasi pendistribusian BBM dari SPBU ke masyarakat, sehingga tidak terjadi penimbunan oleh pihak-pihak tertentu.

Sementara, Ombudsman RI Perwakilan Aceh telah melayangkan surat permintaan klarifikasi bertanggal 17 Februari 2017 kepada Kepala Pertamina PT Persero Region Aceh.

Hal ini terkait pemberitaan Serambi pada 17 Februari 2017 halaman 13 tentang dugaan maladministrasi terkait pelayanan BBM bersubsidi di SPBU Raklunung, Blangkejeren, Gayo Lues. Dimana, petugas SPBU mendahulukan para pedagang BBM eceran daripada pengguna kendaraan pribadi.

Surat Ombudsman yang ditandatangani Kepala Ombudsman Aceh, Taqwaddin Husin ditembuskan ke Harian Serambi Indonesia, selain kepada Ketua Ombudsman RI di Jakarta, Gubernur Aceh, Ketua DPRA, Bupati Gayo Lues, Ketua DPRK Galus dan Kapolres Galus.(c40/muh) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id