Provinsi Biarkan Jalan Pijay Rusak | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Provinsi Biarkan Jalan Pijay Rusak

Provinsi Biarkan Jalan Pijay Rusak
Foto Provinsi Biarkan Jalan Pijay Rusak

*Akibat Gempa Bumi

MEUREUDU- Setidaknya sekitar 2.000 meter badan jalan provinsi di Pidie Jaya (Pijay) yang rusak akibat gempa bumi yang terjadi pada 7 Desember 2016 lalu hingga kini belum diperbaiki. Kondisi jalan yang sudah dikeruk dan ditaburi batu pecah dibiarkan saja telantar, sehingga mengganggu pengguna jalan. Warga meminta pemerintah Aceh segera memperbaikinya.

Ruas jalan yang rusak terbelah akibat gempa bumi di Pijay, antara lain, ruas jalan dari Keude Trienggadeng hingga berbatasan dengan Kabupaten Bireuen (Lihat: Ruas Jalan Rusak). Di beberapa titik lainnya juga sama. Pengguna jalan kerap mengeluh bahkan terkadang sempat mengeluarkan kata-kata yang kurang sopan. Misalnya saja jalan yang berada di dua ujung jembatan Krueng Beuracan Meureudu yang menghubungkan Desa Rhieng Krueng Meureudu dengan Gampong Dayah Pangwa Trienggadeng. Ujung jalan di salah satu pangkal jembatan agak sulit dilintasi, baik dengan mobil maupun kendaraan roda dua.

Pemandangan serupa juga terlihat pada salah satu ujung jembatan Krueng Meureudu. Sedikit saja lengah, maut bisa menjemput. Betapa tidak, semua badan jalan yang semula terbelah akibat gempa bumi, kini dikeruk untuk menghilangkan bentukan alur pada jalan dimaksud, lalu ditaburi batu pecah. Namun, kondisi demikian justru mengundang malapetaka bagi pengendara. Selain batunya beterbangan tergilas ban kendaraan, juga berakibat ban sepmor bisa kempis terkena batu yang runcing.

Kendati hingga kini sudah lebih dua bulan pascagempa, namun belum juga ada tanda-tanda kapan ditangani. Pada saat cuaca panas dan kendaraan lalu lalang, warga terpaksa harus menghirup debu yang beterbangan. Misalnya rute dari Meureudu ke Simpang Empat Gampong Beuringen Meurahdua sepanjang kurang lebih satu kilometer.

Itu sebabnya, warga berharap adanya perhatian pemerintah. “Tolong sampaikan kepada orang PU, mengapa dibiarkan begini. Mengapa mereka tidak peka sama sekali,” kata seorang warga.

Sedangkan Kabid Bina Marga Dinas PU Pijay, Rizal Fikar ST yang dikonfirmasi Serambi membenarkan bahwa kondisi ruas jalan provinsi di beberapa kawasan di Pijay yang rusak pascagempa bumi sampai sekarang belum diperbaiki. Jalan yang rusak itu merupakan kewewenangan provinsi atau Dinas Bina Marga Aceh–yang kini berganti nama menjadi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang–untuk memperbaikinya. Pihaknya mengaku tak berwenang menangani ruas jalan tersebut. “Yang sudah kita tangani saja hingga kini belum dibayar oleh Dinas Bina Marga Aceh. Ngapain kita ikut campur tangan lagi,” kata Rizal Fikar dengan nada kesal.

‘Kalau Berdebu, ya Disiram’
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh Ir Rizal Aswandi yang dikonfirmasi Serambi mengatakan, terkait dengan perbaikan jalan tersebut, pihaknya telah mengusulkan ke pemerintah pusat. Dananya sudah diusulkan untuk tahun 2018 mendatang. Sementara untuk penanganan tahun ini, pihaknya mengaku tidak punya dana meskipun dalam kondisi darurat sekali. Kalau pun jalan itu berdebu, lanjut Rizal Aswandi, maka harus dilakukan penyiraman. “Jalan itu sudah kita plot dana untuk tahun anggaran 2018. Kalau pun berdebu, ya terpaksa lah kita siram buat sementara,” kata Rizal Aswandi.(ag) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id