Manulife Gelar Kompetisi Wirausaha Muda | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Manulife Gelar Kompetisi Wirausaha Muda

Manulife Gelar Kompetisi Wirausaha Muda
Foto Manulife Gelar Kompetisi Wirausaha Muda

BANDA ACEH – Manulife Indonesia melalui Yayasan Manulife Peduli bekerja sama Putera Sampoerna Foundation-School Development Outreach (PSF-SDO) menggelar kompetisi pengembangan wirausaha muda di Aula Dinas Pendidikan Aceh, Banda Aceh, Kamis (23/2). Kompetisi ini diikuti 12 kelompok siswa SMA se-Banda Aceh.

Juara I kompetisi itu diraih oleh siswa SMA Negeri 9 Banda Aceh (hadiah Rp 7,5 juta), juara II siswa SMA Negeri 6 Banda Aceh (Rp 5 juta), dan juara III SMA Negeri 7 Banda Aceh (Rp 3 juta). Selain itu, mereka juga mendapatkan bantuan modal Rp 10 juta untuk masing-masing pemenang.

Dalam kompetisi itu, para peserta mengikutsertakan sejumlah jenis wirausaha yang saat ini sudah dikembangkan oleh para siswa. Usaha yang mereka ikutkan seperti konveksi, fashion, minuman sehat, cemilan cokelat, jajanan burger, dan aksesoris. Sebelumnya, para siswa itu telah mengikuti pembimbingan bersama Manulife dan PSF.

Chief Marketing Officer Manulife Indonesia, Novita Rumngangun, kemarin mengatakan mereka berkomitmen meningkatkan skil para siswa dalam dunia wirausaha. Karena wirausaha merupakan modal bagi perekonomian, maka bersama Putera Sampoerna mereka mengembangkan jiwa entrepreuner di kalangan siswa.

“Middle income (pendapatan memengah) di Indonesia sangalah tinggi, nah ini kalau tidak sama-sama membangun generasi kedepan, maka Indonesia tidak akan maju, saat bagaimana cara kita melengkapi mereka dengan sustainable (berkelanjutan), karena untuk mengetahui wirausaha itu kan tidak satu hari,” ujarnya.

Head of PSF-SDO, Gusman Yahya mengatakan, program Youth Entrepreneurship Day ini diharapkan semakin mendorong kreativitas mereka dalam mengembangkan ide bisnis ke depan, sehingga akan bermanfaat bagi kehidupannya nanti dan masyarakat luas.

Ia melanjutkan, saat ini jumlah wirausaha di Indonesia sebanyak 0,18 persen dari jumlah penduduk, padahal idealnya wirausaha itu minimal harus 2 persen dari total penduduk.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Laisani menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Manulife dan Sampoerna membuktikan telah tumbuhnya kepedulian perusahaan atau industri terhadap pendidikan dan wirausaha. Munculnya wirausaha ini juga membuktikan bahwa siswa Aceh memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan provinsi lain. (mun) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id