Akmal Ibrahim Raih 28.138 Suara | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Akmal Ibrahim Raih 28.138 Suara

Akmal Ibrahim Raih 28.138 Suara
Foto Akmal Ibrahim Raih 28.138 Suara

BLANGPIDIE – Pasangan calon bupati Aceh Barat Daya (Abdya) nomor urut 1, Akmal Ibrahim-Muslizar, meraih suara terbanyak dengan perolehan suara sah mencapai 28.138 dari total 79.514 suara sah.

Perolehan suara tersebut ditetapkan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat Daya (Abdya), dalam rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pilkada 2017 yang berlangsung di Aula KIP Abdya, Kamis (23/2).

Namun sebelum rekapituasi dimulai, dua saksi paslon dari nomor urut 6 (Muchlis Muhdi-Hj Syamsinar) dan nomor 3 (Hasbi M Saleh-Tgk T Alamsyah Yusfa) mengajukan keberatan dan walk out dari rapat pleno tersebut. Meski demikian, rapat pleno tetap dilanjutkan dan dianggap sah.

Di Banda Aceh, calon bupati nomor urut 6, Muchlis Muhdi dan calon wakil bupati nomor urut 10, Said Azhari, menggelar jumpa pers. memprotes hasil pemilihan dan penghitungan suara Pilkada Abdya.

Keberatan itu disampaikan lantaran adanya dugaan kesengajaan penyelenggara melakukan kesalahan pelipatan kertas surat suara yang mengakibatkan banyaknya suara rusak salah satu paslon dan indikasi politik uang.

Dalam pertemuan itu juga dihadiri Juru Bicara pasangan Muchlis Muhdi MA-Hj Syamsinar, Fadhli Ali. Menurut Fadhli, keberatan itu juga sebenarnya disampaikan oleh paslon nomor urut 3, Hasbi M Saleh SE-Tgk T Alamsyah Yusfa dan paslon nomor urut 9, Erwanto SE MA- Muzakir ND Shi. Hanya saja paslon-paslon itu, kata Fadhli, tidak bisa menghadiri konferensi pers tersebut karena ada halangan yang tidak bisa dihindari.

Selain itu, Muchlis juga menyatakan pilkada lalu ternoda dengan adanya praktik politik uang. Bahkan, katanya, semua kandidat, kecuali paslon nomor urut 1, Akmal Ibrahim-Muslizar, telah sepakat menolak hasil pilkada setelah mengetahui adanya politik uang. Muchlis juga mengintruksikan saksinya agar tidak menandatangani hasil rekapitulasi mulai dari TPS hingga KIP.

“Saya selaku calon bupati Abdya, pada prinsipnya bukan mempersoalkan kalah menangnya. Tapi yang paling disayangkan pada proses pemilu ada kejanggalan, dari perlakuan itu kami telah dirugikan. Kita juga menyayangkan money politic yang sangat massif selama pilkada berlangsung sampai hari H, dan proses itu terjadi pembiaran dari pihak berwenang,” katanya.(c50/mas) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id