Rocky-Linud Unggul di Atim | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Rocky-Linud Unggul di Atim

  • Reporter:
  • Jumat, Februari 24, 2017
Rocky-Linud Unggul di Atim
Foto Rocky-Linud Unggul di Atim

* Saksi Nek Tu-Polem Menolak

IDI – Pasangan calon bupati Aceh Timur nomor urut 2, H Hasballah HM Thaib-Syahrul bin Syamaun (Rocky-Linud) memperoleh 93.228 suara (51,25%). Sedangkan pasangan nomor urut 1, Ridwan Abubakar-Tgk Abdul Rani (Nek Tu-Polem) meraih sebanyak 88.698 suara (48,75%).

Prolehan suara masing-masing pasangan calon tersebut berdasarkan Rapat Pleno Rekapitulasi Perhitungan Perolehan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur di tingkat kabupaten, yang berlangsung di Kantor KIP Aceh Timur, Peureulak, Kamis (23/2).

Ketua KIP Aceh Timur, Iskandar A Gani kepada wartawan mengatakan, total suara sah untuk kedua pasangan calon sebanyak 181.926 suara, suara tidak sah sebanyak 7.725 suara, dan total suara sah dan tidak sah yakni 189.651 suara dari 278.203 DPT di Aceh Timur.

“Alhamdulillah rapat pleno perhitungan perolehan suara untuk cagub/cawagub Aceh, dan cabup/cawabup Aceh Timur berjalan lancar, tertib, aman, dan tidak ada permasalahan. Selanjutnya, bupati terpilih akan kita tetapkan pada 11 Maret 2017 mendatang,” ungkap Iskandar A Gani.

Sementara itu, saksi pasangan calon bupati dan wakil bupati Aceh Timur nomor urut 1, Ridwan Abubakar-Abdul Rani (Nek Tu-Polem), menolak hasil rapat pleno perolehan suara. Penolakan tersebut disampaikan justru saat Komisi Indepeden Pemilihan (KIP) Aceh Timur akan membuka rapat pleno tersebut.

Penolakan dalam bentuk surat pernyataan sikap tersebut dibacakan oleh saksi Nek Tu-Polem, Mudawali didampingi Ismail Amin, di hadapan Ketua dan Komisioner KIP, Ketua dan Anggota Panwaslih Aceh Timur, dan para saksi cabup/cawabup Rocky-Linud.

“Kami dari saksi pasangan calon bupati/wakil bupati Aceh Timur, Ridwan Abubakar-Abdul Rani (Nek Tu-Polem), menang maupun kalah dalam rapat pleno hari ini tetap menolak hasil rapat pleno rekapitulasi pemungutan dan perhitungan suara pemilihan bupati dan wakil bupati Aceh Timur pada 15 Februari 2017,” katanya.

Terkait hal itu, Ketua Panwaslih Aceh Timur, Zainal Abidin, mengatakan, sikap keberatan dan penolakan dari saksi Nek Tu-Polem itu seharusnya dilakukan setelah proses rekapitulasi perhitungan perolehan suara selesai dilaksanakan.

“Seharusnya mereka itu menyanggah bukan di awal sebelum proses dilakukan, tapi setelah proses rekap seluruhnya selesai,” ucap Zainal.

Terkait isi sanggahan saksi Nek Tu-Polem tentang tentang C1, jelas Zainal, ia nyatakan bahwa kasus tersebut sudah diplenokan dan hasilnya ditemukan pelanggaran adminitrasi. “Kami nyatakan bahwa prosesnya sudah kita plenokan dan hasilnya sudah kami teruskan ke sentra Gakkumdu, dan juga sudah kami teruskan ke KIP Aceh, karena ini berhubungan dengan pelanggaran administrasi. Termasuk sudah kami teruskan teruskan ke DKPP,” jelas Zainal.

Sedangkan menyangkut ada yang mencoblos dua kali di Kecamatan Nurussalam, ungkap Zainal, juga sudah diproses dan saat ini sudah masuk ke dalam tahap penyidikan.

Selain itu, ungkap Zainal, beberapa waktu lalu, tim sukses Nek Tu-Polem juga ada melaporkan beberapa kasus dugaan pelanggaran Pilkada ke Panwaslih Aceh Timur. “Tapi karena kita melihat syarat-syaratnya kurang lengkap, jadi laporannya kita sarankan untuk dilengkapi terlebih dulu,” tambahnya.(c49) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id