Abusyik Raih Suara Terbanyak | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Abusyik Raih Suara Terbanyak

Abusyik Raih Suara Terbanyak
Foto Abusyik Raih Suara Terbanyak

* Hasil Rapat Pleno KIP Pidie

SIGLI – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie menetapkan pasangan calon (paslon) cabup-cawabup Pidie nomor urut 2, Roni Ahmad (Abusyik)-Fadhlullah TM Daud unggul dengan meraih suara terbanyak dalam pilkada 2017 di Pidie. Penetapan tersebut dilakukan dalam rapat pleno KIP di hotel Grand Blang Asan Sigli, Kamis (23/2).

Paslon Abusyik yang maju melalui jalur independen itu meraih 96.184 suara atau 48 persen dari jumlah suara sah 199.580 suara. Sementara paslon nomor urut 3, H Sarjani Abdullah-M Iriawan meraih 91.511 suara atau 46 persen suara. Sedangkan paslon nomor urut 1, T Tarmiyus-Khalidin Daud meraih 11.885 suara atau 6 persen suara.

Pembacaan hasil pleno itu disaksikan anggota Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Pidie, dihadiri Kapolres Pidie, AKBP M Ali Kadhafi, Dandim 0102 Pidie Letkol Inf Usik Samwa P dan Kajari Pidie, Efendi MH.

Penetapan hasil pleno itu dituangkan dalam formulir D81-KWK yang ditandatangani lima komisioner KIP Pidie. Yaitu, Ridwan, Teuku Samsul Bahri, M Diah Adam, Heri Saputra, dan Muddin. Namun formulir tersebut tidak ditandatangani saksi paslon nomor urut 1, Zainur Aini, saksi nomor urut 3, Suryadi. Kecuali saksi paslon nomor urut 2, Faisal Jamaluddin, yang mau menandatangani formulir itu.

Jumlah pemilih yang masuk dala Daftar jumlah pemilih tetap (DPT) di Pidie mencapai 296.096 orang. Jumlah suara sah 199.580 suara, suara tidak sah 9.727 suara, dari total suara yang masuk pada Pilkada sebanyak 209.307 suara.

Amatan Serambi, proses rapat pleno rekapitulasi suara cagub-cawagub dan cabup-cawabup ini diwarnai sejumlah interupsi dari saksi paslon, dan komplain para saksi saat panitia pengawas kecamatan (PPK) membuka kotak suara.

Komplain itu terjadi akibat amplop dalam kota suara tidak disegel, salinan form DA1 KWK merupakan dokumen fotokopi, tidak cukupnya formulir DA1 KWK, hingga adanya kesalahan saat membawa kotak suara, serta data DPT tidak sama dengan DPT yang dimiliki Panwaslih. Meski demikian, rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara KIP ini dapat dituntaskan tanpa ada kericuhan.

Saksi paslon nomor urut 3, Sarjani Abdullah-M Iriawan, yakni Firdaus dan Suryadi meninggalkan (walk out) rapat pleno rekapitulasi cabup-cawabup Pidie, ketika PPK Kecamatan Muara Tiga membacakan hasil rekapitulasi suara di kecamatan tersebut.

Sebelum melakukan walk out, Suryadi memprotes hasil perolehan suara cabup-cawabup yang dibacakan PPK. Menurutnya, PPK terkesan memihak kepada paslon cabup-cawabup tertentu dalam membacakan perhitungan hasil suara dalam rapat tersebut. “Kami keberatan KIP melanjutkan rapat pleno cabup-cawabup ini,” kata Suryadi sebelum meninggalkan rapat tersebut.

Firdaus juga mengatakan bahwa dalam melaksanakan Pilkada, PPK dinilainya tidak netral dan tidak memiliki integritas. Sehingga banyak menimbulkan masalah, seperti penggelembungan suara dan sejumlah kecurangan lain saat proses pemilihan.

Selain itu, saksi Paslon nomor urut 1, T Tarmius/Khalidin Daud, yakni Zainur Aimi, juga menolak menandatangani berita acara hasil rapat pleno kemarin. “Saya tidak menerima dan menolak hasil rapat pleno ini, dikarenakan banyak kesalahan yang tidak disahuti pada masa perbaikan dalam rapat pleno,” ujar Zainur Aimi.

Berita acara hasil rapat pleno rekapitulasihasil perhitungan perolehan suara pemilihan Bupati/Wakil Bupati Pidie ini pun hanya ditandatangani saksi paslon Roni Ahmad (Abusyik)/Fadhlullah TM Daud ST, yaitu Faisal Jamal dan Nadri Hamzah.

Terkait keberatan dan penolakan para saksi terhadap hasil penghitungan suara tersebut, Komisioner KIP Pidie yang membawahi Divisi Hukum, M Diah Adam, menyarankan saksi yang merasa keberatan untuk menempuh jalur hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Karena rapat pleno ini merupakan tahapan Pilkada yang harus dilakukan KIP, dan bukan untuk menampung laporan kecurangan saat pemilihan,” ujarnya.(naz/c43) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id