NelayanTangkap 8 Kapal Trawl | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

NelayanTangkap 8 Kapal Trawl

NelayanTangkap 8 Kapal Trawl
Foto NelayanTangkap 8 Kapal Trawl

* Terjaring Razia di Perairan Samatiga dan Arongan

MEULABOH – Para nelayan di Kecamatan Samatiga dan Arongan Lambalek, Aceh Barat, Kamis (23/2) menangkap delapan unit boat karena menggunakan alat pukat trawl untuk menangkap ikan di wilayah perairan Samatiga dan Arongan Lambalek. Informasi diperoleh Serambi penangkapan boat asal Kecamatan Johan Pahlawan itu dilakukan dengan mengerahkan boat asal Samatiga dan Arongan Lambalek dengan anggota ratusan nelayan.

Boat yang berhasil ditangkap digiring nelayan ke laut teluk Suak Seumanseh untuk selanjutnya dilaporkan kepada kepolisian di wilayah itu. Namun pihak nelayan hingga sore kemarin masih membahas lebih lanjut kasus tersebut sebab permintaan dari nelayan Samatiga dan Arongan Lambalek supaya alat tangkap yang dilarang itu disita dan dimusnahkan.

Panglima Laot Aceh Barat Amiruddin kemarin mengatakan boat tersebut ditangkap nelayan yang melakukan razia di laut. Boat asal luar kecamatan itu diketahui sedang menangkap ikan di perairan Samatiga dan Arongan Lambalek dengan menggunakan alat tangkap trawl yang dilarang secara aturan pemerintah. “Penangkapan karena menggunakan alat tangkap trawl tidak dibenarkan karena akan merusak terumbu karang dan kehidupan ikan di laut,” katanya.

Menurutnya, nelayan Samatiga dan Arongan Lambalek selama ini telah lama menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan yakni jaring dan pancing. Namun nelayan dari luar tersebut malah diketahui menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan di laut Samatiga dan Arongan Lambalek. Kasus penangkapan delapan boat tersebut rencananya diselesaikan secara kekeluargaan dengan hukum adat laut.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho SIK melalui Kasat Polisi Air Iptu Slamet sudah menindaklanjuti laporan penangkapan delapan boat menggunakan trawl oleh para nelayan. “Sudah kita amankan di Polsek Samatiga, (kasusnya) sedang dibahas dan mediasi antara sesama nelayan. Kita sudah tindaklanjuti sehingga jangan sampai terjadi bentrok,” kata Kasat Polair.(riz) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id