Cek Mad dan Suaidi Tertinggi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Cek Mad dan Suaidi Tertinggi

Cek Mad dan Suaidi Tertinggi
Foto Cek Mad dan Suaidi Tertinggi

* Hasil Pleno KIP Aceh Utara dan Lhokseumawe

LHOKSUKON – Perolehan suara tertinggi hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2017 di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, sama-sama dikuasai calon bupati/wali kota petahana. Di Aceh Utara, suara terbanyak diraih Muhammad Thaib (Cek Mad), dan di Lhokseumawe diraih Suaidi Yahya.

Sementara hasil pemilihan calon gubernur/wakil gubernur Aceh di kedua daerah ini, suara terbanyak diperoleh pasangan calon (paslon) Muzakir Manaf-TA Khalid.

Demikian hasil rapat pleno Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara dan Lhokseumawe, yang dilaksanakan Kamis (23/2). Rapat Pleno KIP Aceh Utara berlangsung di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe. Sementara Rapat Pleno KIP Lhokseumawe berlangsung di Hotel Harun Square, Lhokseumawe.

Berdasarkan hasil pleno KIP Aceh Utara, Cek Mad yang berpasangan dengan Fauzi Yusuf meraih 123.263 suara dari 260.095 suara sah. . Sementara hasil pleno KIP Lhokseumawe, Suaidi Yahya yang berpasangan dengan Yusuf Muhammad mendapatkan 33.129 suara dari 73.238 suara sah.

Rapat pleno KIP Aceh Utara dipimpin Ketua Jufri Sulaiman didampingi empat komisioner, Ayi Jufridar, M Rizwan Haji Ali, M Sayuni dan Chairul Muchlis, serta Sekretaris Hamdani. Juga dihadiri Ketua Panwaslih Aceh Utara Zulfikar SH bersama empat komisioner, Muhammad Nur Furqan, Maryuli, Muhammad Usman dan Shadli SH.

Rapat pleno dilakukan sejak Rabu (22/2) pagi, diawali rekapitulasi suara pasangan calon (paslon) gubernur/wakil gubernur. Lalu Kamis (23/2) pagi dilanjutkan rekapitulasi suara paslon bupati/wakil bupati Aceh Utara. Pleno KIP tersebut itu dikawal puluhan personel polisi dan TNI bersenjata lengkap pada siang sampai malam hari.

Sementara Ketua KIP Lhokseumawe, Syahrir M Daud mengatakan, hasil pleno penghitungan suara pemilihan gubernur/wakil gubernur di Lhokseumawe akan dibawa ke provinsi. Sedangkan penetapan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota terpilih akan dilaksanakan pada 3 dan 4 Maret 2017.

Pantauan Serambi, pleno dimulai pukul 09.00 WIB. Polisi bersenjata lengkap menjaga setiap pintu masuk gedung Harun Square. Pleno pertama dimulai dengan rekapitulasi suara pemilihan calon gubernur/wakil gubernur. Setelah itu dilanjutkan rekapitulasi suara pemilihan calon wali kota/wakil wali kota Lhokseumawe. Pleno berakhir pukul 13.30 WIB.

Cek Mad didampingi Fauzi Yusuf menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Aceh Utara yang sudah mempercayai dirinya untuk kembali memimpin Aceh Utara lima tahun ke depan. Cek Mad juga mengajak ketiga paslon lainnya untuk sama-sama membangun Aceh Utara ke arah yang lebih baik.

“Pilkada sudah selesai, ke depan mari kita pikirkan untuk sama-sama membangun Aceh Utara. Saya mengajak semua pihak dan tokoh masyarakat serta pasangan calon untuk sama memberikan kontribusi demi pembangunan Aceh Utara ke depan. Saya yakin dengan bersama-sama, pembangunan Aceh Utara akan lebih baik,” kata Cek Mad.

Pada rapat pleno hari kedua, Kamis (23/3), Hidayatuddin saksi paslon bupati/wakil bupati Fakhurrazi H Cut/Mukhtar Daud, menolak hasil pleno KIP Aceh Utara terhadap penghitungan suara pemilihan bupati/wakil bupati Aceh Utara.

Ia menolak hasil pleno KIP karena Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) hampir di semua TPS tidak menempelkan form rekapitulasi suara selama tujuh hari sebagaimana ketentuan Peraturan KPU Nomor 15 tahun 2016. Sehingga masyarakat tak bisa mengakses informasi itu. Setelah menyampaikan penolakannya, Hidayatuddin keluar dari ruang pleno.

Pada pleno hari pertama, penolakan dilakukan saksi paslon gubernur/wakil gubernur Aceh, Muzakir Manaf/TA Khalid, bernama Bukhari. Ia menolak hasil pleno KIP Aceh Utara terhadap rekapitulasi suara gubernur/wakil gubenur juga karena KPPS tidak menempelkan form rekapitulasi suara selama tujuh hari sebagaimana ketentuan Peraturan KPU Nomor 15/2016.

Menanggapi hal itu, Koordinator Divisi Pencegahan Pelanggaran Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Utara, Muhammad Usman mengatakan, pihaknya akan menyampaikan keberatan saksi kepada Panwaslih Aceh dan Bawaslu RI. “Kami akan berkonsultasi dulu dengan Panwaslih Aceh terkait keberatan dari saksi,” katanya.

Ketua KIP Aceh Utara Jufri Sulaiman mengatakan, pihaknya sudah memberikan formulir untuk diisi poin-poin yang keberatan oleh para saksi dari paslon tersebut. Nanti, keberatan itu akan disampaikan ke KIP Aceh saat pleno suara dari kabupaten/kota. “Mereka dibenarkan menyampaikan keberatan atau sanggahan setelah pleno, bukan diawal pleno. Jadi tidak tepat penyampaian keberatan saksi tadi,” katanya.(jaf/bah) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id