OJK Perkuat Modal Asuransi Syariah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

OJK Perkuat Modal Asuransi Syariah

OJK Perkuat Modal Asuransi Syariah
Foto OJK Perkuat Modal Asuransi Syariah

BANDA ACEH – Direktorat Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat, Muhammad Amin menyampaikan pihaknya sudah mengeluarkan regulasi untuk memperkuat permodalan perusahaan asuransi syariah. Hal ini dilakukan agar perusahaan asuransi syariah dapat lebih kompetitif dalam bersaing dengan perusahaan asuransi konvensional.

Muhammad Amin menyampaikan hal ini saat menjadi narasumber dalam seminar edukatif asuransi syariah diselenggarakan PT Sun Life Financial Indonesia bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), di Aula Mahkamah Syar’iyah, Banda Aceh, Kamis (23/2).

Ia menyebutkan jika sebelumnya permodalan untuk unit asuransi syariah cukup Rp 26 miliar, maka saat ini ditingkatkan minimal Rp 50 miliar. “Kalau sebelumnya Rp 50 miliar, maka ditingkatkan menjadi Rp 100 miliar. Karena kalau tidak begitu nanti permintaan masyarakat meningkat, tapi penawarannya minim,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu faktor yang memengaruhi masih rendahnya pangsa pasar asuransi syariah adalah rendahnya tingkat literasi dan keyakinan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan. Hal ini sesuai survei nasional literasi dan inklusi keuangan tahun 2016.

Namun berdasarkan data OJK hasil survei 2016, tambah Muhammad Amin, indeks literasi keuangan di Aceh termasuk bagus karena di atas rata-rata nasional. Rata-rata indeks literasi nasional baru 29,6 persen, sementara di Aceh 32,7 persen. Artinya secara nasional, Aceh berpotensi dan bagus literasi keuangannya dibandingkan daerah lain terutama di bidang syariah.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad Amin juga menyampaikan agar masyarakat berhati-hati bertransaksi asuransi. “Harus dicek betul, apakah perusahaan asuransi tersebut sudah dapat izin dari OJK. Pastikan perusahaan itu adalah perusahaan yang berizin. Tanyakan apakah setiap produk tersebut ada pencatatannya, jangan nanti produk bodong. Bisa jadi produknya itu tidak ada izin, maka bisa lapor ke kami di call center 1500 655,” jelasnya.

Sementara Pengurus Pusat MES yang juga pakar asuransi syariah, Ah Azharuddin Lathif mengatakan Aceh sebagai satu-satunya provinsi yang menerapkan syariat Islam di Indonesia dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah nasional. Hal tersebut juga didukung prinsip dari asuransi syariah yang sejalan dengan prinsip syariat Islam.

Ia menyebutkan perkembangan industri asuransi syariah selama kurun waktu 2015-2016 terbilang signifikan ditengah perlambatan ekonomi. “Per Oktober 2016 aset asuransi syariah tumbuh menjadi Rp 33,41 triliun atau naik 36 persen dibanding periode yang sama di 2015 yang tercatat Rp 24,63 triliun,” sebutnya.

Sedangkan Chief Agency Officer Syariah Sun Life Financial Indonesia, Norman Nugraha mengatakan tujuan kerja sama Sun Life dengan MES adalah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan financial syariah. Selain untuk meningkatkan pangsa pasar asuransi syariah, khususnya di Aceh seminar ini juga untuk membuka wawasan baru mengenai besarnya peluang bisnis yang ditawarkan oleh asuransi syariah. (una) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id