Pemukul Simpatisan PA Menyerah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pemukul Simpatisan PA Menyerah

Pemukul Simpatisan PA Menyerah
Foto Pemukul Simpatisan PA Menyerah

SIGLI – Ismail Abdul Majid, warga Gampong Nien, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Senin (13/2) menyerahkan diri ke Polres Pidie. Kepada polisi, Ismail mengaku melakukan pemukulan terhadap Usman bin Majid (43), warga desa yang sama.

“Pelaku memukul korban karena korban membagikan amplop berisikan kartu paslon Sarjani (Cabup Pidie yang berpasangan dengan Iriawan). Itu menurut versi pengakuan pelaku. Kasus ini kan masih dalam pemeriksaan polisi. Sementara versi korban belum kita ketahui,” kata Kapolres Pidie, AKBP M Ali Kadhafi SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Samsul Bahri, kepada Serambi Senin (13/2).

Samsul mengatakan, Ismail memukul Usman menggunakan HT, bukan pistol seperti dituduhkan. HT tersebut telah diamankan polisi sebagai barang-bukti (BB). Begitu juga, Ismail telah diamankan di Sat Reskrim Polres Pidie.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Tim Pemenangan Sarjani, Said Safwatullah SH, kepada Serambi Senin (13/2) mengatakan, Usman bin Majid (43) dipukul menggunakan pistol oleh Ismail Abdul Majid, timses cabup dan cawabup nomor urut 2. Kasus penganiayaan tersebut telah dilaporkan kepada Polsek Simpang Tiga.

Akibat pemukulan itu, Usman yang tercatat sebagai simpatisan Partai Aceh (PA) mengalami luka robek di bagian dahi sebelah kiri. Ia harus mendapat lima jahitan luka dari petugas medis. Insiden pemukulan ini terjadi di rumah Mahmud Gafi Gampong Nien, Kecamatan Simpang Tiga, Senin (13/2) sekitar pukul 11.00 WIB.

“Saya telah arahkan kepada pendukung timses cabup dan cawabup nomor urut 3, agar dapat menahan diri dan tidak melakukan pembalasan. Kita percayakan masalah ini diproses polisi karena pelaku memiliki pistol, bukan HT. Kita punya saksi yang melihat jika pelaku menggunakan pistol,” tulis Said melalui psan WhatsApp.

Kata dia, Usman dipukul pelaku saat yang bersangkutan bekerja memasang pintu pagar rumah milik Mahmud Gafi di Gampong Nien. Usai memukul korban, Ismail melarikan diri dengan sepeda motornya. “Aksi pemukulan itu berawal pelaku menuduh korban membagikan kartu cagub Muzakir Manaf dan cabup Sarjani Abdullah kepada warga yang dilakukan empat hari lalu. Pelaku juga marah-marah kepada korban sebelum dipukul,” kata Said.

Kuasa Hukum Tim Pemenangan Abusyik, Muzakar yang dikonfirmasi Serambi mengatakan, berdasarkan hasil pengecekannya, tidak ada anggota timses Abusyik yang kenal dengan pelaku pemukulan Usman bin Majid. Karenanya, dia menduga aksi pemukulan tersebut terkait masalah pribadi, bukan pilkada. “Pelaku kan masyarakat biasa, tidak termasuk dalam timses Abusyik,” katanya.

Kata Muzakar, Abusyik telah mengintruksikan kepada timsesnya supaya tidak melakukan pelanggaran dan berusaha menghindari jika terjadi pergesekan. Apalagi sekarang masuk masa minggu tenang. “Jadi Abusyik selalu berpesan pada timses supaya tidak melawan jika timses lain berbuat kasar karena kita dengan timses paslon lain bersaudara,” kata Muzakar.(naz) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id