Posko Rusli-Islah Diserang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Posko Rusli-Islah Diserang

Posko Rusli-Islah Diserang
Foto Posko Rusli-Islah Diserang

* Tiga Orang Terluka

REDELONG – Posko tim pemenangan pasangan no urut 5, Rusli M Saleh – T Islah diserang puluhan pria pendukung cabup/cawabup no urut 3, Ahmadi-Sarkawi pada Minggu (12/2) malam, sekitar pukul 21.00 WIB. Tiga penjaga posko mengalami luka-luka akibat dipukul, bahkan salah satunya harus dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami luka parah.

Insiden pada masa tenang ini terjadi di Kampung Lot Bener Kelipah, Kecamatan Bener Kelipah, Minggu (12/2) malam. Salah seorang korban pemukulan, Salwani (43), Senin (13/2) mengungkapkan belasan mobil menghampiri posko dan tiba-tiba menyerang mereka yang berjumlah tiga orang di dalamnya.

“Saya tidak mengerti, kenapa begitu banyak orang datang di depan posko dan sebagian besar timses dan simpatisan cabup no urut 3, Ahmadi-Sarkawi,” ujarnya. Dia mengaku terkejut, ketika puluhan pria itu mencari dirinya dan langsung melakukan pukulan, bahkan merobek baliho Rusli=Islah yang berada di dalam posko.

Dia menambahkan massa tersebut juga memukul dua orang lainnya yang bernama Rinaldi (34) dan Iwan (30) yang juga warga Kampung Bener Kelipah di dalam posko. Dikatakan, karena mengalami luka-, mereka divissum di Puskesmas Pante Raya setelah melaporkan ke polisi sekitar pukul 23.00 WIB.

“Adik saya, Rinaldi harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif karena mengalami luka parah,” ujarnya. Dia berharap, timses dan simpatisan Ahmadi tidak bersikap arogan agar insiden ini tidak terulang lagi di kemudian hari.

Salwani berharap pihak kepolisian untuk dapat menangani kasus tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku, supaya tidak terjadi polemik baru menjelang Pilkada yang tinggal beberapa hari lagi. “Saya berharap, pihak kepolisian mengusut sampai tuntas kasus pemukulan ini,” ujarnya.

Sedangkan Khairul Akhyar, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Bener Meriah menyatakan kasus tersebut ranah kepolisian, karena masuk dalam tindak pidana umum tentang pemukulan. “Itu bukan pelanggaran Pilkada, melaiankan kriminalitas yang masuk dalam tindak pidana umum dan masuk ranah kepolisian,” jelasnya.

Khairul berharap agar tujuh pasangan cabup/cawabup yang bersaing dalam Pilkada 15 Februari 2017 harus mampu menahan diri dengan tidak menimbulkan keributan yang berimbas tersendatnya proses demokrasi di Bener Meriah. “Bagi tujuh pasangan,khususnya dua kubu ini agar menahan diri dan tetap sabar, serta tidak membuat keributan,” harapnya.

Sekitar Pukul 00.00 WIB atau tiga jam seusai kejadian, kedua cabup, Ahmadi dan Rusli M Saleh tiba di Polres Bener Meriah guna melaksanakan mediasi. Kapolres Bener Meriah AKBP Deden Soemantri, Ketua Panwaslih Khairul Akhyar, anggota Komisi C DPRK Bener Meriah Saharmija, pendukung paslon no urut 5, Rusli-Islah hadir dalam mediasi tersebut.

Tak ketinggalan, Ketua Komisi D DPRK Bener Meriah, Tgk Usman pendukung paslon no urut 3 juga hadir. Sedangkan hasil mediasi kedua belah pihak belum diperoleh, tetapi polisi tetap menangani kasus pemukulan itu.

“Iya benar, telah terjadi pemukulan kepada tim salah satu pasangan calon bupati/wakil bupati no urut 5 oleh tim sukses cabup/cawabup no urut 3,” ujar Suparwanto. Dia mengaku telah menerima laporan korban dan akan segera diproses pada Selasa 914/2) dengan melakukan pemeriksaan terhadap dua korban atas nama Salwani (43) dan Rinaldi (34).

Menurut dia, peristiwa pemukulan itu diduga akibat saling mencurigai dari kedua pihak menjelang Pilkada dan yang rawan, hasutan dan kampanye hitam. Dia berharap, massa dari kedua pasangan calon untuk tetap menahan diri untuk menjaga stabilitas keamanan dan tidak menebarkan isu-isu yang tidak kondusif.

Calon bupati no urut 3, Ahmadi, saat dikonfirmasi melalui via telepon menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Bener Meriah terkait kasus pemukulan oleh pendukungnya di Kampung Lot Bener Kelipah, Minggu (12/2) malam.

“Saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Bener Meriah, terkait insiden tersebut dan sangat menyesalkan kenapa bisa terjadi, padahal ini adalah minggu tenang,” kata Ahmadi. Dia meminta timsesnya untuk menahan diri, agar tidak mudah terpancing dan melakukan pemukulan.

“Saya harapkan kepada semua tim saya, agar menahan diri dan untuk kasus tersebut kita sudah melayangkan permohonan damai kepada korban,” ujarnya.

Disebutkan, pihaknya akan memberikan perlindungan hukum kepada oknum yang terlibat pemukulan, apabila tidak ada kata damai dan telah dilaporkan ke pihak kepolisian.(c51) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id