Warga Butuh Jembatan Darurat Khusus Sepmor | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Warga Butuh Jembatan Darurat Khusus Sepmor

Warga Butuh Jembatan Darurat Khusus Sepmor
Foto Warga Butuh Jembatan Darurat Khusus Sepmor

* Sebelum Jembatan Krueng Tingkeum Ditutup Total

BIREUEN – Warga sejumlah desa di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, meminta pemerintah membangun jembatan darurat khusus sepeda motor (sepmor) di dekat Jembatan Krueng Tingkeum, sebelum jembatan itu ditutup total pada 18 Februari 2017 untuk pembangunan yang baru.

Tujuannya, agar pelajar atau orang tua pelajar (khususnya dari desa-desa di sebelah barat jembatan), tidak terlalu jauh pergi dan mengantar anaknya ke sekolah yang berada di Keude Kutablang. Di Keude Kutablang, ada lima sekolah yaitu MIN, SMPN 1, MTsN dan SMA 1 dan MAS Kutablang.

Contohnya, pelajar dari Desa Tingkeum Baroh, Pulonga, dan Lhoknga. Desa ini hanya berjarak 1 kilometer (Km) arah barat Keude Kutablang. Tapi setelah Jembatan Krueng Tingkeum ditutup nanti, mereka harus melalui jalur alternatif untuk ke sekolah, dengan jarak hingga 8 Km.

Sebaliknya, pelajar asal Blang Mee dan beberapa desa lain di timur jembatan, mereka sekolah di PAUD dan TK Lhoknga atau SD, MTSN, dan SMP Krueng Panjoe. Selama ini mereka hanya menempuh jarak sekitar 1 Km. Tapi setelah jembatan ditutup jarak tempunya menjadi 8 Km.

“Banyak warga Kutablang menyampaikan harapan itu kepada kami. Warga memohon pemerintah daerah atau dinas terkait agar membangun jembatan darurat khusus untuk sepeda motor,” kata Wakil Ketua DPRK Bireuen, Athaillah M Saleh MA kepada Serambi, Senin (13/2).

Athaillah mengharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Satker Penanganan Jalan Nasional (PJN) Provinsi Aceh, dan Pemerintah Pusat, hendaknya mempertimbangkan keinginan masyarakat tersebut. Pernyataan senada disampaikan Sekcam Kutablang, Mukhsin.

“Ada siswa rumahnya di sebelah barat jembatan, sekolahnya di timur jembatan. Jauh sekali kalau harus melalui jalur alternatif. Begitu juga masyarakat yang ada keperluan hanya ke toko di seberang, tapi harus memutar arah sampai 8 kilometer. Kalau ada jembatan darurat tentu sangat membantu masyarakat setempat,” kata Athaillah.

Ia menyarankan Pemkab Bireuen maupun dinas terkait segera berkomunikasi dan berkoordinasi dengan jajaran Kodim 0111/Bireuen, untuk membahas kemungkinan membantu pembangunan jembatan darurat tersebut.

Bupati Bireuen, H Ruslan M Daud kepada Serambi mengatakan, ia akan segera berkomunikasi dengan dinas terkait di Provinsi Aceh dan pemerintah pusat, termasuk Satker PJN Aceh, terkait permitaan pembangunan jembatan darurat khusus untuk dilintasi roda dua di dekat Jembatan Krueng Tingkeum.

“Saya akan berusaha agar dibangun jembatan darurat di kawasan itu untuk dilintasi kendaraan roda dua saja, terutama sekali bagi para siswa yang setiap hari melintasi jembatan tersebut,” ujar Bupati.

Saat ini ia sudah menerima informasi terkait tentang rencana penutupan jembatan tersebut dan juga sudah menampung aspirasi masyarakat agar dibangun jembatan darurat. Pemkab Bireuen akan berkoordinasi dengan berbagai pihak dan berusaha secepat mungkin untuk membangun jembatan darurat. (yus) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id