Gubernur Zaini Abdullah Resmikan Jembatan Lamnyong | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gubernur Zaini Abdullah Resmikan Jembatan Lamnyong

Gubernur Zaini Abdullah Resmikan Jembatan Lamnyong
Foto Gubernur Zaini Abdullah Resmikan Jembatan Lamnyong

* Dua Rektor Berikan Apresiasi

TAK biasanya dua rektor universitas menyampaikan kata sambutan pada acara peresmian proyek jembatan. Namun, hal tak biasa ini terjadi pada acara peresmian Proyek Pelebaran Jembatan Lamnyong, di Kota Banda Aceh, Senin (12/2).

Dua pimpinan kampus di Darussalam, yaitu Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Prof Dr Samsul Rizal M.Eng dan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, hadir dan ikut memberikan sambutan pada acara peresmian jembatan yang menghubungkan Kampus Darussalam dengan Lamnyong.

Dalam sambutannya, kedua pimpinan universitas tersebut menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas penyelesaian pelebaran badan jembatan Lamnyong. Mereka juga memberikan apresiasi kepada dr H Zaini Abdullah, sebagai Gubernur Aceh yang telah memenuhi janjinya membangun dan meresmikan proyek pelebaran jembatan Lamnyong, menjelang akhir masa jabatannya.

Kedua rektor itu memberikan apresiasi, karena setelah proyek pelebaran jembatan Lamnyong selesai bulan lalu, langsung dioperasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh. Semenjak jembatan baru ini dibuka, tidak ada lagi kemacetan seperti yang terjadi sebelumnya.

Rektor UIN Ar-Raniry, Farid Wadji menyebut jembatan Lamnyong ibarat “jembatan surga” bagi mahasiswa dan masyarakat Aceh yang ingin menuju ke Darussalam. Karena, sebelum jembatan ini dilebarkan, setiap pagi dan sore selalu terjadi kemacetan mencapai 1 km lebih, baik dari arah Darussalam maupun ke kota.

Sementara Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal M.Eng mengatakan, kemacetan panjang yang terjadi sebelumnya, karena lebar jembatan kala itu tidak lagi mampu menampung jumlah kenderaan. Semua pengendara merasa kesal dan emosi akibat macet. “Bahkan saudara Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah juga sering merasakan kemacetan di lokasi Jembatan Lamnyong itu, pada saat ingin menghadiri acara wisuda dan laiannya di Kampus Unsyiah maupun UIN Ar-Raniry Darussalam,” kata Samsul Rizal.

Samsul Rizal mengungkapkan, mulai tahun ini Unsyiah akan memusatkan kembali ujian seleksi mahasiswa baru di Kampus Darussalam. Hal ini dilakukan karena arus lalu lintas ke Kampus Darussalam sudah sangat lancar, menyusul teratasinya kemacetan di kedua sisi jembatan Lamnyong-Darussalam.

Sebelumnya, kata Rektor, ujian seleksi masuk calon mahasiswa Unsyiah harus dibagi ke beberapa sekolah di kawasan kota Banda Aceh. Kebijakan ini dilakukan untuk memecahkan keramaian, agar para calon mahasiswa itu tidak terlambat ikut ujian seleksi masuk Unsyiah.

Menanggapi apresiasi dan ucapan terima kasih ketua pimpinan universitas tersebut, Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah mengatakan, sudah menjadi tugas bagi seorang pemimpin untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakatnya. Menurutnya, kemacetan yang terjadi di ruas jembatan Lamnyong itu sudah berjalan cukup lama, dan sudah sepantasnya dicari solusi permanen.

Karena itu, pemerintah membangun 1 unit lagi jembatan di samping jembatan lama, sehingga menambah lebar badan jembatan. Selain itu juga membangun under pass di ujung jembatan jalan lingkar utara-selatan Kampus Darussalam.

Pembangunan under pass itu, kata Zaini Abdullah, juga bertujuan untuk mengurai kemacetan pada persimpangan di ujung jembatan Lamnyong.

“Alhamdulillah dalam waktu dua tahun jembatan ini sudah tuntas dan bisa dinikmati semua masyarakat Aceh, tak terkecuali mahasiswa dan para dosen serta PNS,” tutur Abu Doto Zaini Abdullah.

Pengoperasian jembatan Lamnyong ini juga membuat lega Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh Ir Rizal Aswandi Dipl SE. Dalam laporannya pada acara peresmian kemarin, Rizal mengatakan, sebelum jembatan ini dioperasikan, dirinya sering menerima telepon dari mahasiswa dan para dosen Unsyiah dan UIN yang mengadukan parahnya kemacetan yang terjadi setiap pagi dan sore di ruas jembatan tersebut.

Rizal mengatakan, proyek pelebaran badan jembatan Lamnyong ini menggunakan sumber dana APBA senilai Rp 89 miliar. Panjang jembatan yang dibangun 310 meter dengan lebar 8 meter. Proyek ini dikerjakan PT Waskita Karya mulai tahun 2015 dan selesai akhir tahun 2016 lalu dengan Konsultan PT Lavita Inti.(adv) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id