Gubernur Launching Proyek Payung Masjid Raya | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gubernur Launching Proyek Payung Masjid Raya

Gubernur Launching Proyek Payung Masjid Raya
Foto Gubernur Launching Proyek Payung Masjid Raya

GUBERNUR Aceh, dr Zaini Abdullah, bersama anggota Forkopimda, Kepala SKPA, dan undangan lainnya, serta jamaah Masjid Baiturrahman Kota Banda Aceh, Senin (13/2) pukul 20.30 WIB, melakukan tes pengoperasian pengembangan 12 unit payung elektrik yang dibangun PT Waskita Karya, di Kompleks Masjid Raya Baiturrahman.

Pembangunan 12 unit payung elektrik ala Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi, merupakan bagian dari Pengembangan Proyek Landscape dan Infrastruktur Masjid Raya Baiturrahman. Pembangunan proyek ini telah dimulai pada tahun 2015 lalu.

Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah mengatakan, tujuan dan maksud dari pembangunan 12 unit payung besar seperti payung di Masjid Nabawi, Madinah, adalah untuk memperindah Masjid Raya Baiturrahman, juga sebagai sara kenyamanan beribadah para jamaah.

“Alhamdulillah, dari 12 unit yang sudah terpasang, beberapa unit di antaranya malam ini akan kita coba buka. Ini merupakan soft launching sebagai penguat komitmen kita untuk pengembangan masjid kebanggan rakyat Aceh ini,” kata Gubernur Zaini Abdullah.

Pengembangan Masjid Raya ini, lanjut Gubernur Zaini Abdullah, tidak hanya untuk rumah ibadah, tapi juga diharapkan menjadi pusat berbagai kajian Islam di Aceh dan Indonesia. Selain itu juga menjadi salah satu destinasi wisata Islami yang akan menarik minat para wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Makanya, kata Zaini Abdullah, dirinya bersama DPRA tertarik untuk terus mengembangkan landscape dan infrastruktur Masjid Raya ini untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan setiap umat muslim yang beribadah di masjid ini, seolah-olah sedang beribadah di Masjid Nabawi, Madinah.

“Kalau ketenangan dan kenyamanan itu telah dirasakan setiap orang yang beribadah di masjid ini, maka masjid ini sudah memiliki magnet spiritual yang sangat besar bagi pengembangan Islam di masa depan, terutama Aceh, Indonesia, dan dunia,” kata Doto Zaini.

“Sejumlah ahli tafsir, fiqih, dan lainnya akan datang ke masjid ini untuk melakukan pengkajian dan pengembangan ajaran Islam, seperti Kota Mekkah, Madinah, Mesir, dan lainnya. Untuk itu, masjid ini harus dikembangkan mengikuti kemajuan zaman, agar ia ttetap disukai dan dicintai umatnya,” lanjut Gubernur.

Doto Zaini kemudian menyebutkan contoh, di berbagai negara muslim, tidak hanya di Mekkah dan Madinah, tapi di berbagai belahan bumi lainnya yang penduduknya terdapat muslim, mereka saat ini terus membangun dan memperindah bangunan masjidnya dengan berbagai prasarana dan sarana yang bisa memberikan ketenangan, kemudahan, dan kekhusukan orang untuk beribadah di masjid. “Ini merupakan jalan kita menuju ke Surga sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam Alquran,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Gubernur Zaini Abdullah, pengembangan prasarana infrastruktur Masjid Raya ini dilakukan bukan hanya untuk orang yang normal, tapi juga memiliki tempat wudhu khusus dan berbagai fasilitas lainnya bagi penyandang cacat atau disabilitas.

Pembangunan prasarana dan sarana infrastrukturnya, dilakukan dari berbagai segi, mulai dari lapangan parkir, tempat wudhu atau bersuci antara pria dan wanitanya berada bawah tanah, sampai pada penataan taman serta tempat-tempat sucinya lainnya.

Pada tahun 2016 lalu, Masjid Raya Baiturrahman telah meraih predikat “Daya Tarik Wisata Terbaik” dalam Kompetisi Pariwisata Halal Nasional 2016.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Rakyat, Ir Zulkifli MM yang dikonfirmasi mengatakan, proyek Pengembangan Landscape dan Infrastruktur Masjid Raya Baiturrahman ini sudah berjalan 80 persen, diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 458 miliar lebih. Pembangunannya telah dimulai pada tahun 2015 dan diharapkan kontraktornya PT Waskita Karya, bersama konsultannya bisa menuntaskan seluruh pekerjaannya pada pertengahan tahun atau paling lambat akhir tahun 2017. (adv) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id