Jagalah Ketenangan Pilkada, Mudahkan Syarat Memilih | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jagalah Ketenangan Pilkada, Mudahkan Syarat Memilih

Jagalah Ketenangan Pilkada, Mudahkan Syarat Memilih
Foto Jagalah Ketenangan Pilkada, Mudahkan Syarat Memilih

“Ya Allah, kabulkan semua yang berdoa, kabulkan semua yang berhajat, berkahi Nanggroe Aceh Darussalam tercinta, darussalam ya Allah. Berkah Aceh tercinta ya Allah, Aceh uswah hasanah bagi Indonesia, tegak syariat dan sunnah nabi-Mu, ya Allah. Pilkada damai ya Allah, pilkada damai ya Allah, pilkada damai, ya Allah.”

Itulah antara lain untaian doa yang dipanjatkan Ustaz Arifin Ilham bersama beribu-ribu jamaah dalam zikir dan tausiah yang berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, bakda Isya kemarin malam.

Ustaz Arifin Ilham dalam tausiahnya mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk terus menggalakkan zikir kepada Allah Swt. Momentum pencoblosan pilkada yang hanya tinggal beberapa puluh jam lagi, harus dipadu dengan zikir dan munajat doa kepada Allah Swt. “Allah meridai hamba-Nya yang berzikir, makin kuat imannya makin banyak zikirnya,” kata Arifin Ilham.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak mengingatkan paslon gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan wali kota/wakil wali kota se-Aceh agar dalam masa menjelang pencoblosan jangan ada yang melakukan kampanye terselubung apa pun dalihnya.

Larangan itu dimaksudkan agar menjelang pemungutan suara, suasana di desa dan kota tetap aman, nyaman, damai, dan tak ada keributan antarpendukung.

Seruan senada juga disampaikan Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Sulaiman. Sedangkan Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi dan Ketua Panwaslih Aceh, Samsul Bahri menyerukan kepada semua paslon untuk menempatkan saksinya di setiap TPS dan terus mengikutinya pada saat rekapitulasi di kecamatan, kabupaten/kota untuk pilkada bupati dan wali kotanya, demikian pula pilgub. “Kita harapkan tidak ada jual beli suara untuk memenangkan salah satu paslon bupati/wali kota maupun Gubernur Aceh pada pilkada kali ini,” kata Ridwan Hadi.

Persoalan sekarang bukan hanya soal menjega keamanan dan ketertiban, tapi soal syarat memilih juga masih banyak warga yang bertanya-tanya. Antara warga yang tidak mendapat undangan memilih atau yang undangan memilihnya hilang, apa boleh memilih?

Dari KIP Lhokseumawe ada penegasan bahwa warga yang undangannya hilang boleh datang ke TPS dengan membawa KTP atau paspoor yang masih berlaku.

“Bagi masyarakat yang sudah terdata sebagai pemilih, tapi kehilangan form C6 atau surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih, tetap bisa menggunakan hak pilihnya. Silakan tetap datang ke TPS lalu menunjukkan e-KTP atau paspor kepada petugas,” kata Syahrir M Daud atau yang biasa disapa Tgk Matang itu.

Ya, kita berharap apa yang diberlakukan oleh KIP Lhokseumawe tentu akan diberlakukan juga di seluruh Aceh agar masyarakat yang ingin menggunakan hak pilihnya tidak mendapat kendala.

Harus diakui, spirit masyarakat untuk memilih belum cukup tinggi. Oleh sebab itu, salah satu cara mendorong masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya adalah dengan memberi kemudahan. Tentu, dengan tetap menjaga agar tak ada aturan yang terlanggar.

Jadi, KIP Aceh perlu menegaskan lagi, bahwa pemilih yang terdata boleh membawa KTP atau paspor ke TPS sebagai pengganti undangan memilih. (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id