BREAKIG NEWS: Ketua KIP Simeulue Diberhentikan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

BREAKIG NEWS: Ketua KIP Simeulue Diberhentikan

  • Reporter:
  • Senin, Februari 13, 2017
BREAKIG NEWS: Ketua KIP Simeulue Diberhentikan
Foto BREAKIG NEWS: Ketua KIP Simeulue Diberhentikan

URI.co.id, JAKARTA — Ketua KIP Kabupaten Simeulue, Junaidi, diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua KIP dan diberhentikan sementara dari anggota KIP Simeulue, sampai adanya penetapan hasil Pilkada.

Sanksi tersebut diberikan, karena Junaidi terbukti melanggar kode etik penyelenggaraan pemilu.

Demikian putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang disampaikan dalam sidang kode etik penyelenggara Pemilu dengan agenda pembacaan Putusan,  Senin (13/2) di Gedung Bawaslu, Jakarta.

Hadir seluruh majelis DKPP, Ketua Jimly Asshiddiqie, anggota majelis  Valina Singka Subekti, Anna Erliyana, Ida Budhiati, Saut H Sirait.

Junaidi diadukan ke DKPP oleh pasangan calon Bupati Simeulu, Erli Hasyim dan Afridawati melalui kuasa hukum Bahrul Ulum.

Teradu Junaidi dinilai memberikan data tidak benar mengenai visi Pengadu terhadap media cetak  yang dimuat pada 2 November 2016. 

Sebagai Ketua KIP, Junaidi juga dinilai bertindak tidak koordinatif dengan anggota KIP Simeulue lainnya dalam memutuskan iklan kampanye yang dianggap memberikan perlakuan berbeda antar pasangan calon.

Menyinggung soal iklan tersebut, DKPP dalam petimbangan putusan yang dibacakan oleh Ida Budhiati, menilai  kesalahan terkait design iklan kampanye yang dilakukan oleh Teradu hingga menyebabkan pengadaan iklan kampanye pada media cetak menjadi tidak efisien dan efektif merupakan tanggung jawab etik Juhardi Marlin dan Chaerudin. 

“Tidak terkecuali Ikramullah dan Marzan masing-masing sebagai anggota KIP Simeuleu, sepatutnya terlibat aktif dalam memberi masukan baik secara informal maupun melalui rapat-rapat resmi sebagai bagian dari prinsip kerja collective collegial dalam melaksanakan tugas dan wewenang sebagai penyelenggara Pilkada,” kata Ida Budhiarti.

Selain sanksi pemberhentian dari jabatan Ketua KIP dan pemberhentian sementara dari anggota KIP Simeulue, kepada Junaidi, DKPP juga menjatuhkan sanksi peringatan terhadap Marzan, Juhardi Marlin, Chairuddin, dan Ikhramullah, masing-masing sebagai anggota KIP Kabupaten Simeulue.

Sanksi serupa juga ditujukan untuk Kasubag Hukum KIP Kabupaten Simeulue Alijudin dan M Asfrianto Ananta sebagai staf Sekretariat KIP Kabupaten Simeulue.

Ketua DKPP, Jimly Ashidiqie mengatakan, menyusul putusan tersebut, Ketua KIP Simeulue harus segera ditetapkan.

“Orang yang sama juga diberhentikan sementara sebagai anggota KIP sampai penetapan hasil Pilkada,” kata Jimly.

Ketua DKPP, Jimly Asshidiqie menjelaskan, tujuan sanksi tersebut untuk menjaga netralitas penyelenggaraan Pemilu yang tinggal beberapa hari lagi.

“Dikhawatirkan nanti mengganggu independensi dalam pelaksanaan Pilkada serentak. Untuk itu dia diberhentikan sementara,” ujarnya. (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id