Ini Rahasia Hidup Sehat Orang Tiongkok | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ini Rahasia Hidup Sehat Orang Tiongkok

Ini Rahasia Hidup Sehat Orang Tiongkok
Foto Ini Rahasia Hidup Sehat Orang Tiongkok

OLEH ALFRI SINULINGGA, Mahasiswa Program Master di Huazhong University of Science and Technology (HUST), Wuhan, melaporkan dari Tiongkok

KALAU bicara tentang Negara Tirai Bambu (Tiongkok), maka yang terlintas di pikiran kita adalah olahraga seni bela dirinya yang terkenal, yaitu kungfu dan jumlah penduduknya yang terbanyak di dunia.

Di tengah jumlah penduduknya yang terpadat di dunia, Pemerintah Tiongkok ternyata lebih menekankan pada upaya menjaga kesehatan warganya.

Apabila kita lihat langsung di negara kita, misalnya, di setiap rumah sakit provinsi maupun kabupaten/kota sangatlah ramai pasien yang berobat. Hal ini sangat berbanding terbalik apabila kita lihat rumah sakit yang ada di Tiongkok. Di sini, pasiennya sangatlah sedikit, bahkan tidak ada yang harus antre.

Tak bisa kita pungkiri bahwa hidup sehat merupakan salah satu poin penting dalam kehidupan. Tidak ada gunanya kita punya banyak uang atau harta yang melimpah apabila kondisi fisik (tubuh) kita sakit, maka sama saja kita tak bisa menikmati kekayaan yang kita miliki.

Terkait dengan pentingnya menjaga kesehatan ini, ada hal unik yang bisa saya petik dari pola hidup masyarakat Tiongkok, khususnya di daerah tempat saya kuliah, Provinsi Wuhan. Di sini, mayoritas penduduknya tak memiliki agama dan tak percaya pada Tuhan (ateis). Jadi, kehidupanlah yang merupakan surga bagi mereka. Oleh sebab itu, kesehatan menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan mereka.

Setelah saya amati dan bandingkan, ternyata biaya berobat di rumah sakit yang mahal menjadi salah satu sebab mengapa masyarakat Tiongkok sangat menjaga pola hidup sehat mereka.

Teman saya yang kuliah di sini pernah juga sakit dan dirawat di rumah sakit yang berada di Provinsi Wuhan. Ia sakit pitam dan jatuh di kamar mandi karena kelelahan. Ia hanya diberi cairan infus dan dirawat di rumah sakit lebih kurang dua jam. Tapi, ia harus membayar sebesar 2.000¥ (Rp 4.000.000). Oleh sebab itu, mahalnya biaya rumah sakit juga menjadi faktor pendukung mengapa masyarakat Tiongkok harus sangat disiplin menjaga pola hidupnya supaya selalu sehat.

Sejauh amatan saya, ada dua macam pola hidup sehat masyarakat Tiongkok. Pertama, menjaga asupan makanan. Kalau yang kita pelajari sejak di bangku SD bahwa guru selalu menekankan asupan makanan kita haruslah empat sehat lima sempurna. Hal inilah yang dilakoni masyarakat Tiongkok setiap harinya. Pagi hari mereka hanya sarapan sebuah apel (buah lainnya) atau roti dan segelas susu/teh yang tidak ditambahi gula. Siang hari dan malam mereka lebih suka makan berbagai macam sayur, ditambah daging, sedangkan nasi hanya sedikit. Jadi, sangat jarang kita jumpai orang Tiongkok yang gemuk atau berperut buncit.

Faktor kedua adalah olahraga. Materi yang menjadi incaran utama masyarakat Tiongkok, menjadikan pekerjaan sebagai kebutuhan utama bagi setiap warganya. Oleh sebab itu, kebanyakan masyarakat rela bekerja dari pagi sampai malam untuk memenuhi kebutuhannnya. Padatnya aktivitas mereka tidak lantas mereka menghiraukan pola hidup sehat. Mereka tidak lupa berolahraga, mulai dari anak muda sampai orang tua bahkan kakek dan nenek juga ramai berolahraga dan bisa kita jumpai di setiap lapangan olahraga juga di jalan-jalan.

Hal unik ini jarang saya jumpai di Indonesia bahwa pada malam hari lapangan olahraga dimanfaatkan oleh banyak orang. Ada hal positif juga bisa kita petik dari berolahraga malam di saat tubuh kita letih setelah berolahraga, maka kita akan capek dan bisa tidur dengan cepat dan nyenyak, sehingga kita jauh dari penyakit insomnia atau susah tidur.

Setelah aktivitas berolahraga biasanya mereka mandi pada malam hari. Oleh sebab itu, masyarakat Tiongkok mandi hanya sekali dalam satu hari, yaitu pada malam hari. Saat ingin bekerja mereka malah hanya cuci muka dan mengandalkan make-up bagi perempuannya.

Pentingnya hidup sehat merupakan dambaan setiap insan. Seperti kata pepatah: di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat pula. Dari pepatah tersebut kita bisa maknai apabila ingin bertubuh sehat, maka jagalah jiwa kita dengan pola hidup yang sehat, sehingga akan melahirkan tubuh yang sehat pula dan menghasilkan ide-ide yang cemerlang.

Sehatnya masyarakat di Tiongkok bisa kita lihat langsung dari para lansia di sini. Meski umurnya 70 tahun lebih, tapi masih bisa berjalan dan berbadan tegap. Hal ini jarang sekali kita jumpai di Indonesia, di mana para lansia yang sudah 70 tahun ke atas kebanyakan jalannya mulai bungkuk. Ayo kita biasakan pola hidup sehat sejak dini! Jangan cuma orang Tiongkok yang sehat. Kita juga bisa.

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email [email protected] (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id