Kobar-GB Pertanyakan Nasib Guru Kontrak | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kobar-GB Pertanyakan Nasib Guru Kontrak

Kobar-GB Pertanyakan Nasib Guru Kontrak
Foto Kobar-GB Pertanyakan Nasib Guru Kontrak

BANDA ACEH – Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar-GB) Aceh mempertanyakan nasib guru kontrak tingkat SD dan SMP setelah pemberlakuan UU Nomor 23 Tahun 2014. Undang-Undang itu mengatur bahwa guru kontrak SMA/SMK diambil alih oleh provinsi, sedangkan guru SD/SMP menjadi wewenang kabupaten/kota.

Hal itu disampaikan Ketua Kobar-GB Aceh, Sayuti Aulia didampingi belasan guru kontrak saat berkunjung ke Kantor Serambi Indonesia di Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (11/2). Menurut Sayuti, pemerintah Aceh harus dapat memastikan bahwa gaji guru kontrak SD/SMP ke depan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah Kabupaten/kota.

“Bila perlu Pak Gubernur harus menyurati wali kota dan bupati di Aceh agar menanggung gaji guru kontrak tingkat SD dan SMP,” ujar Sayuti. Menurutnya, ada 4.881 guru kontrak yang akan menjadi tanggungan kabupaten/kota mulai tahun 2017.

Dikatakan, Pemerintah Aceh sudah menyatakan siap menanggung 12 ribu lebih guru kontrak SMA/SMK dengan anggaran Rp 60 miliar. Namun, lanjutnya, hingga saat ini belum ada informasi apapun soal guru kontrak SD/SMP yang bakal ditanggung pemkab/pemko.

Selama ini, tambah Sayuti, pemerintah kabupaten/kota di Aceh seakan bungkam terkait pemberlakuan regulasi ini. Padahal guru kontrak SD/SMP sangat cemas dengan nasib mereka ke depan. “Jangan sampai kebijakan baru ini menghancurkan masa depan mereka,” pungkasnya.

Mulai tahun ini, program guru kontrak, bakti, dan lainnya akan dihapus dan namanya diganti menjadi program guru bekinerja. “Penghapusan itu dimaksudkan untuk lebih memberikan citra positif kepada guru non-PNS dimata publik,” kata Kadis Pendidikan Aceh, Drs Laisani MSi kepada Serambi di Banda Aceh, Sabtu (11/2).

Pendapatan yang mereka proleh, kata Laisani, memang belum sebesar yang diperoleh guru PNS. Tapi, dengan sistem baru itu, guru non-PNS yang jumlah jam mengajarnya banyak, pendapatan yang akan diterima lumayan.

“Untuk satu jam mengajar, guru berkinerja dibayar Rp 15.000. Satu minggu mereka bisa mengajar 24 jam, sehingga sebulan jam mengajarnya bisa mencapai 96 jam. Jadi, penghasilan guru bekinerja itu dalam sebulan bisa mencapai Rp 1,5 juta,” jelasnya.

Dikatakan, upah mengajar 12.500 guru kontrak SMA/SMK dan SLB dari 23 kabupaten/kota yang diserahkan kepada Pemerintah Aceh akan dibayar Dinas Pendidikan Aceh mulai Maret mendatang. Untuk guru non PNS itu, kata Laisani, akan ditingkatkan lagi kemampuan dan metode mengajarnya agar lebih efektif dan efisien.

Pada bagian lain, Laisani mengatakan, menjelang ujian nasional pada Mei 2017, mulai bulan depan pihaknya sudah memprogramkan pelatihan menjawab soal-soal mirip soal UN kepada siswa.(fit/her) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id